Sungai Apit, lintas10.com- Tim kuliah kerja nyata (KUKERTA) sebanya 10 mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Riau yang saat ini sedang melaksanakan tugas di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak terus melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tim Pengabdian Kukerta Unri telah merealisasikan program kerja dengan melakukan perbaikan di beberapa titik lokasi ekowisata mangrove, salah satunya dengan melakukan pengecatan jembatan dan gazebo, pembuatan streetsign, serta pembangunan beberapa spot foto baru dibantu juga oleh pemuda desa mengakapan. Sekarang Mangrove Jembatan Hitam hadir dengan wajah baru yang siap untuk dikunjungi oleh para wisatawan,” Ujar Yopi Yolanda sekretaris Tim kepada lintas10.com Kamis (8/8/2019).
Lanjut Yopi, mereka berharap apa yang saat ini dilakukan dapat memberikan dampak positif dalam penambahan peningkatan perekonomian warga sekitar Mangrove.

“Tujuan kita supaya kehadiran Tim bisa memberikan peningkatan perekonomian warga dari sektor wisata,” kata Yopi.
Karena menurut Yopi,potensi Kampung Mengkapan sangat memiliki prospek yang cukup baik dan bisa menjadi salah satu tujuan destinasi tujuan wisata.
“Tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Kecamatan Sungai Apit,” katanya.

Beberapa bulan lalu Tim sudah melakukan survey ke areal wisata Mangrove dan ditemukan masih ada yang perlu diperbaiki baik itu kondisi sarana prasarananya.
“Kita langsung putuskan langsung turun dan didampingi oleh ketua kelompok Mangrove pak H.Masdar melihat kondisi papan jembatan yang dan sarana lain sudah mulai alami kerusakan,” katanya.
Diketahui kata Yopi, Kembangkan potensi sumberdaya alam berbasis ekowisata melalui potensi hutan mangrove di Kampung Mengkapan Kabupaten Siak
Mangrove merupakan awal dari rantai makanan di pesisir pantai, jadi bisa bayangkan betapa pentingnya ekosistem hutan mangrove ini bagi struktur kehidupan yang ada di perairan tersebut.
Objek ekowisata yang dikenal dengan wisata “Mangrove Jembatan Hitam”.
Sarana ekowisata mangrove jembatan hitam ramai dikunjungi oleh pengunjung, hal ini sangat memberikan efek terhadap kemampuan perekonomian kampung, dan tentu saja menjadi potensi Kampung Mengkapan apabila dapat dioptimalkan dengan baik oleh perangkat kampong dan masyarakat sekitar.
Saat Tim KUKERTA UNRI melakukan survey lokasi daerah ekowisata mangrove pada bulan maret, Tim di sambut baik oleh Ketua Kelompok Pengelola mangrove Jembatan Hitam yaitu H.Masdar , saat survey didampingi Masdar Tim melihat banyak terdapat kerusakan di beberapa bagian, karena ekowisata mangrove Jembatan hitam merupakan Potensi yang dimiliki kampung mengkapan, Tim Kukerta Unri sepakat mengangkat objek ekowisata mangrove mengkapan sebagai tema dari kukerta kelompok.
“Mangrove Jembatan Hitam akan kebagian spot Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada bulan desember 2019, kami sangat berharap Tim Kukerta Unri dapat membantu untuk menata ulang serta menambah spot ekowisata agar menjadi daya tarik wisatawan untuk melihat Gerhana Matahari Cincin di sekitar lokasi, wisatawan tidak hanya domestic tetapi juga dari mancanegara,”tutur Masdar yang dijumpai saat survey Lokasi.







