Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Sungguh Terlalu!… Bendera Sobek, Lusuh, Kusam, Dan Rusak Di Biarkan Berkibar Di Halaman Depan Pustu Desa Pematang Limau

Sungguh Terlalu!… Bendera Sobek, Lusuh, Kusam, Dan Rusak Di Biarkan Berkibar Di Halaman Depan Pustu Desa Pematang Limau

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Bendera Merah Putih usang dan sobek dibiarkan berkibar dengan begitu saja. Parahnya lagi, bendera merah putih yang berkibar ini tersebut, ada pada di depan bangunan Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Diketahuinya, terkait bendera negara, merah putih, telah diatur di Pasal 35, Undang undang Nomor 24 tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1958, tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, sang saka merah putih, salah satu disebutkannya, dimana setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut dan kusam.

Berbagai komentar negatif pun dilontarkan warga yang sedang melintas maupun yang sedang berada disekitar lokasi Pustu tersebut. Dimana mereka menilai bahwa para pegawai Pustu telah lalai, tidak peduli dan menilai rasa nasionalisme mereka yang sudah pada memudar.

“Sepertinya pegawai pustu tidak memiliki rasa syukur dan terima kasih kepada bangsa dan negara, dan para pahlawan yang telah berjuang membeka kemerdekaan republik indonesia kita ini, sehingga luput menjaga, merawat dan membanggakan Bendera Merah Putih yang menjadi Bendera Negara Republik Indonesia. Padahal, dengan tidak berapa lama lagi kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus, dimana dengan upacara bendera,” ujar salah seorang warga, Jumat (20/7/2018).

Apakah memang tidak mengetahuinya dengan bendera yang pada rusak, sampai dengan selama ini, mungkin keberadaan bendera tersebut memang dengan sengaja pada dibiarkan terpasang selama ini, dengan tidak pernah ada pada dipasang dinaikan dipagi hari dan diturunkan lagi disore harinya.

Seharusnya secepatnyalah pihak pustu segera mengganti dengan yang lebih layak. Atau apakah menjadi satu alasan pertanda tak punya budget untuk mengadakan Bendera Merah Putih tersebut, namun dimana menjadi pemikiran bersama, berapalah harga sebuah bendera merah putih itu ?…..

Dari pantauan lintas10.com langsung dilokasi, terlihat dengan kondisi pada bendera itu yang sudah lama terpasang dengan dibiarkannya begitu saja, karena terlihat pada kondisi bendera yang telah sudah sampai dengan lusuh, sobek sobek, hancur dan rusak. Dimana setiap harinya yang pada dibiarkan dengan diterpa oleh angin, hujan dan panas.

Seharusnya sebagai warga negara, bendera negara seharusnya dihargai, guna menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang merdeka.

“Bendera Merah Putih kan itu bendera negara kita. Seharusnya kalau tidak layak, ya diturunkan saja. Masa sudah lusuh, kusam, hancur dan sobek, tetapi tetap pada dipasang. Apakah Ini namanya bukan pelecehan,” ujarnya. (Fathul Ridhoni)


Baca Juga

Rahmat Santoso Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua IPHI 2018-2023

SURABAYA, Lintas10.com – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Ke- VIII …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.