oleh

Sekretaris Daerah Rokan Hulu Kunjungan Kerja ke Desa Mahato, Ini yang disampaikan

-Rohul-83 views

Rokan Hulu, lintas10.com- Sekretaris Daerah Rokan Hulu H. Abdul Haris, S.sos, M.Si, didampingi Camat Tambusai Utara Mastur, S.Sos. M.Si, melakukan kunjungan kerja di desa Mahato, Tepatnya dilapangan Footsal pasar 3 Km 23. Kunker ini terkait dengan rencana pemekaran Mahato menjadi 8 desa Persiapan, yaitu, desa Mahato Timur, Mahato Riau Makmur, Mahato Suka Jaya, Mahato Bandar Selamat, Mahato Kanan, Mahato Hulu, Mahato Maju dan Mahato Mundur Jaya. Serta 1 desa induk Mahato.

Tampak hadir dalam acara tersebut seluruh Kepala Desa persiapan Perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat Mahato.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan Proses untuk pemekaran, Walaupun dalam keadaan sulit dan berat direalisasikan tapi akan tetap dilakukan.

Ia Juga menyampaikan pesan Bupati bahwa kepada masyarakat yang kebun sawit nya sudah masa Reflanting agar membuat kelompok untuk diusul kan kepada pemerintah agar bisa mendapat bantuan.

“Yang nanti nya setiap kelompok akan dibantu Rp 30 juta per Hektar nya. Kelompok terdiri dari 50 hektar per kelompok dan masing-masing anggota hanya bisa mengajukan maksimal 4 hektar. Untuk objek tanah atau kebun tidak harus satu hamparan, asal tidak melebihi jarak 10 km,” pungkas Sekda.

Di depan seluruh perangkat Desa dan warganya kepala desa Mahato Firiadi mengatakan Kepada seluruh masyarakat Mahato harus tetap bersemangat dalam hal mencapai pemekaran ini walau harus menempuh jalan sulit.

Selain itu dikesempatan yang sama Firiadi mengusulkan agar Dana Desa yang dianggarkan Rp 1,2 M tidak ada potongan, karena adanya potongan sebesar Rp 300 juta jadi hanya diterima Rp 900 juta.

“Ini lah yang menyebabkan anggaran untuk biaya pemekaran tidak tercukupi dalam hal membangun Fasilitas umum dan rumah ibadah,” kata Kades.

Baca Juga:  Bupati Rokan Hulu Ikut Tanam Jagung di Kecamatan Tambusai Utara, ini Harapannya

Menanggapi permohonan kepala desa Mahato ini Abdul Haris mengatakan mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi pemotongan, karena saat ini kita sedang menghadapi masalah Covid-19.

“Sehingga beberapa titik anggaran mengalami perubahan yang digunakan untuk penanganan Covid-19 ini,” kata Sekda menanggapi. (Rukino)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan