oleh

Hj. Mimi Lutmila, S.Si Gelar Bakti Sosial Cek Kesehatan Gratis Di Pekanbaru

-Siak-12 views

Last Updated: 28 Nov 2018

Pekanbaru, lintas10.com- Hj. Mimi Lutmila, S.Si calon legislator DPR RI melalui Pengabdian Masyarakat For PCA (Forum Provaksin dan Cerdas Antibiotik) senantiasa berkomitmen ikut mendukung program gema cermat Kemenkes RI (gerakan masyarakat cerdas masyarakat menggunakan obat) dibarengi “Cek kesehatan gratis keliling warga di setiap kelurahan pekanbaru” terhitung desember hingga maret 2019 yang di dukung oleh tim medis mahasiswa STIKES Hangtuah Pekanbaru.

Tujuannya memberikan sosialisasi edukasi dan advokasi masyarakat untuk mnggunakan obat antibiotik scara tepat dan rasional.
Kenapa? Banyak masyarakat yang tidak paham ketika sakit beli dan minum antibiotik sendiri tanpa resep dokter, padahal penyebab sakitnya tidak infeksi bakteri, hnya infeksi virus spt flu, diare. Resistensi antibiotik adalah bahaya laten yang perlu diwaspadai bersama.

Data WHO organisasi kesehatan dunia bhwa 2013 kematian akibat resistensi antibiotik berjumlah 700 ribu orang pertahun dan di prediksi pada tahun 2050 akan meningkat tajam menjadi 10 juta orang pertahun yang meninggal akibat resistensi antibiotik.

Hal itu disampaikan Hj Mimi Lutmila S.Si orang Riau asli yang juga Sekretaris Jenderal pusat Ikatan Alumni Farmasi ITB dalam sebuah wawancara di Pekanbaru.

Disamping itu dilakukan juga kegiatan penyuluhan akan sadar vaksinasi MR mengingat pencapaian vaksinasi MR adalah terendah kedua setelah aceh sebesar 18.47% dari nilai ambang batas 83%. Artinya kekebalan komunal yg diharapkan tidak tercapai.

Masih bnyak masyarakat Riau kurang memahami arti pentingnya sebuah kekebalan komunal.
Menurut Hj. Mimi Lutmila S.Si perkara melakukan vaksinasi bukanlah kepentingan kekebalan personal semata tapi yang paling penting adalah tercapainya kekebalan komunal di sebuah komunitas masyarakat pada suatu wilayah. “Vaksinasi memang terlihat sebagai aksi individu, tapi ia punya dampak yg sangat besar secara kolektif”.

Perkara mau divaksin atau menolak divaksin sesungguhnya adalah masalah orang banyak (komunal) bukan masalah personal dalam sebuah keluarga sebab dampaknya pada komunitas orang banyak di wilayah domisili tersebut. Minoritas perorangan atau kelompok yang tidak divaksinasi bisa menjadi ancaman bagi mayoritas yang divaksinasi.

“Bayangkan apa yang akan terjadi pada anak-anak kita ke depan,”ujar Wanita usia 49 tahun yang aktif dengan kelompok kesehatan dengan ikut menggelar kegiatan-kegiatan dengan skala nasional.

Untuk diketahui Hj. Mimi lutmila adalah caleg DPR RI no urut 3 dari PDI Perjuangan Dapil Riau 1 (Pekanbaru,Rohul,Rohil,Siak, Meranti,Dumai,Bengkalis)

Komentar

Jangan Lewatkan