KOTOGASIB,lintas10.com -Edukasikan Gambut Sejak Dini, PT. Kimia Tirta Utama melalui Program Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (PLKS)
Pengelolaan lingkungan mempunyai arti penting dalam melakukan pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Hal tersebut yang kini dilakukan perusahaan Minggu (27/10/2019) kemarin.
Melakukan kunjungan berbagi Ilmu dalam peningkatan pemahaman publik khususnya anak-anak Generasi Muda SMA Sains Tahfizh Islamic Center . Kunjungan ini membawa siswa-siswi SMP KTU yang membantu mensosialisasikan tentang gambut dan pengelolaanya, juga pengenalan ekosistem dan restorasi gambut dilakukan melalui pengenalan berbagai alat peraga bentuk-bentuk permainan edukatif untuk anak-anak usia sekolah , Materi pengenalan gambut yang dibuat juga disesuaikan dengan kurikulum mata pelajaran Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun sawit ( PLKS ) dari sekolah Astra Agro Lestari PT. KTU.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri R&D – AGM PT. KTU M. Nizam Tambusai, Slamet Riyadi (Asistem Sustainability Edukasi ), Azra Husaini ( CDO ) , Achmad Zulkarnain (ADM). Ada juga Adel dan Feri siswa SMPS KTU sebagai Duta Gambut .
Berdasarkan penuturan Asistem Sustainability Edukasi Slamet Riyadi , pengelolaan lingkungan Kebun Sawit serta pendekatan sosial, syarat yang harus dilakukan oleh perusahaan sawit, sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memberikan Pendidikan kepada anak karyawan mau pun siswa sekitar perkebunan dengan memasukan Kurikulum Muatan Lokal tentang pengelolaan lingkungan, yang salah satunya adalah tentang bagaimana mencegah dan mengedukasi masyarakat generasi muda untuk mengerti ekosistem gambut dan pengelolaanya .
Industri minyak sawit merupakan industry strategis dalam perekonomian Indonesia baik saat ini maupun di masa depan .dalam dekade terakhir ini berbagai isu social, ekonomi dan lingkungan telah di gunakan LSM anti sawit sebagai tema kampanye negative / hitam terhadap industry minyak sawit Indonesia , jika hal ini di biarkan selain menyesatkan banyak orang , juga dapat merugikan industry minyak sawit Indonesia .
“Oleh karena itu kita memerlukan edukasi public untuk mengkoreksi pandangan -pandangan yang terlanjur keliru di masyarakat tentang industry minyak sawit,” katanya.
Kepala Sekolah SMA Sains Tahfizh Islamic Center Toto Prasetyo . Lc dalam sambutannya juga sangat mengapresisasi memang harus membekali para generasi muda untuk menjaga lingkungan , melestarikan lingkungannya, dan menjadi perhatian bahwa ternyata kondisi lingkungan tanah di Siak adalah 50% sendiri adalah lahan gambut, sekali lagi Toto menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. KTU atas kunjunganya , dan berharap suatu saat bisa berkunjung melihat pengelolaan lahan gambut di PT. KTU.
Koordinator R&D – AGM PT. KTU M. Nizam Tambusai menyampaikan dalam penyampaian materi bahwa ini sebagai komitmen PT. KTU melakukan restorasi gambut melalui pelibatan masyarakat.
“Para peserta pelatihan ini kami harapkan dapat menyadari potensi gambut untuk pertanian dan perkebunan yang ada disekitar sehingga dapat mengajarkan kepada para murid di sekolah masing-masing,”ujar Nizam .
Ia menekankan Kunjungan itu kepada guru dan siswa penting dilakukan agar pemahaman ekosistem restorasi gambut dapat ditanamkan sejak dini. Sehingga akan menimbulkan rasa memiliki yang kuat untuk masyarakat dan turut merawat kelestarian lahan gambut.
Kegiatan sosialisasi di tutup dengan pertanyaan – pertanyaan tentang apa itu pengertian gambut, alat ukur air, dan pengelolaan gambut, siswa SMA Sains Tahfizh Islamic Center sangat antusias menjawab dan mendengarkan pertanyaan dan materi dari PT. KTU dan juga siswa SMP KTU. (r)







