lintas10.com, SIAK-Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Siak periode 2016-2020, resmi dikukuhkan Jumat (30/12/16) di Hotel Yasmin Siak, oleh Ketua Unum PODSI Riau.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Siak yang diwakili Asisten Adm Umum H Jamaluddin, Ketua KONI Siak H Amzar, Pengurus PODSI Riau, Mahyuddin Nasution, H Mukhlis, dan Sekretaris Pengprov, H Nasir Nasution dan sejumlah tamu undangan.
Bupati Siak, melalui Asisten Adm Umum H Jamaluddin, Siak dengan modal memiliki Sungai yang panjang dan kehidupan masyarakat yang bergantung dengan sampan sebagai transportasi air, dan sudah seharusnya potensi yang ada dapat dikembangkan sedemikian rupa menjadi prestasi yang bisa membawa nama baik bagi Siak di tingkat nasional maupun internasional.
“Pengurus yang ditunjuk tidak hanya cukup dengan kesiapan saja tetapi juga perlu memiliki kemampuan. Untuk itu yang bary dilantik bisa belajar dengan baik dan rela berkorban baik waktu, tenaga bahkan lebih dari itu termasuk uang,” ujar Jamaluddin.
Terkait anggaran bidang olahraga memang seiring kondisi keuangan daerah yang menurun, maka juga berpengaruh terhadap penganggaran di KONI. Namun demikian tidak harus membuat semangat berprestasi melemah.
Selain itu seiring adanya Satker baru Dinas Olahraga, diharapkan mampu meningkatkan pembinaan olahraga dan pemuda di Kabuapten Siak.
“Jika tidak ada kendala awal 2017 tepatnya 3 Januari akan dilakukan pelantikan terhadap pejabat eselon II di lingkup Pemkab Siak,” sebut Jamal.
Terkait olahraga dengan pengembangan wisata di Siak, memang beberapa program dan rencana kerja Pemkab Siak terkait wisata bahari sudah dirumus dan siap untuk dilaksanakan dan tentunya berkenaan dengan sampan dan dayung yang bisa disinergikan.
“Ini tentu peluang dan bisa bersinergi antara pengembangan olahraga Dayung dengan pengembangan wisata bahari di Siak,” terusnya.
Ketua PODSI Siak Sugeng Purwadi menyebutkan sejumlah prestasi sudah pernah diukir PODSI Siak dalam berbagai ajang. Dan berharap kedepan akan lebih baik lagi dengan tekad kembangkan olahraga Dayung menuju prestasi gemilang pada Porprov IX di Kabupaten Kampar sebagai uven terdekat.
“Perhatian KONI dalam tunjuk ajar dan bimbingan sangat dibutuhkan, demi prestasi Dayung Siak ke depannya,” ujar Sugeng.
Saat ini PODSi didukung Perkumpulan Dayung dari delapan kecamatan, Sei Apit, Pusako, Bungaraya, Siak, Mempura, Koto Gasib, Sungai Mandau, dan Tualang.
“PODSI Siak sangat berkeinginan mendukung pengembangan wisata, namun untuk itu butuh arena perlombaan yang bisa menjadi tempat bagi pelaksanaan iven berkenaan dengan Dayung,” terus Sugeng.
Ketua KONI Siak H Amzar dalam arahannya di Kabupaten Siak terdapat 27 cabor. Dan setiap cabor dalam pembinaan diawali kondisi baiknya keorganisasian. Untuk PODSI Siak harus bisa melakukannya.
Porprov yang akan melombakan 20 cabor salah satunya Dayung diharapkan bisa meraih prestasi lebih baik, dan sebelumnya Siak meraih emas, perak dan perunggu masing2 satu medali. Ke depan bisa ditingkatkan.
“KONI Siak akan fokus dan perharian terhadao seluruh cabor prestasi. Dari 27 cabir yang terdaftar memang tidak semua cabor dipertandingkan di Porprov,” urainya.
Prestasi diraih dari pembinaan atlit. Untuk iu pengurus berperan membentuk atlit dari segala aspeknya kebutuhan pelatihan atlit.
“Meski dayung bujan hal biasa, namun tidak semua bisa melakujan dengan baik dan memiliki teknik yang bisa memikiki kemmpuan untuk dipertabdingkan. Untuk itu tugas pengurus mencari dan gembleng atlit yang memang butuh stamina dan beroriebtasi tenaga serta teknik,” urai Amzar.
Beberapa iven tentu menjadi agenda rutin PODSI Siak yang perlu dipersiapkan. Baik iven daerah nasional dan internasional. Dan menjadikan iven tersebut pengalaman berharga sehingga saat tampil di iven resmi negara seperti Porprov bisa mendapat prestasi dan atlitnya bisa masuk sebagai atkit PON bahkan sampai atlit Olimpiade.
Untuk dayung hendaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait standart sampan dan berbagai peralatannya.
Bagi atlit yang terikat dengan pendidikan dan pekerjaan hendaknya benar-benar dapat diaelesaikan solusi terbaik. Jangan sampai pembinaan atklit terkendala dan saat mereka harus tampil bermasalah berkenaan pendidikan dan pekerjaan atau perusahaan tempat mereka bekerja. Dan peran pengurus pula mencari solusi terbaik.
Ketua bidang Organisasi PODSI Riau, H Mukhlis meminta pengurus memperhatikan paradigma terkait tampuk pimpinan organisasi kemasyarajat dan profesi. Dengan sebutan Ketua semestinya memperhatikan pendapat pengurus lain dan komunikasi yang baik dan keseriusan.
“Rasa kebersamaan dan merasa kekeluargaan, menjadi pemersatu dan menjiwai cabor Dayung ini. Jangan menganggap diri sebagai komandan atau kepala sehingga sikapnya berbeda jauh dengan kapsitas ketua,” ujar H Mukhlis.
Pembinaan kontinu juga penting agar setiap atlit lahir setekah sejumlah atlit melewati usia atau kendala lain.(rls/sht)









