oleh

Mantan Kadishut Siak dan Direktur PT.DSI Divonis Bebas Hakim PN Siak

-Hukrim, Siak-36 views

SIAK, lintas10.com- Majlis hakim Pengadilan Negeri (PN) Siak memutus bebas Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi dan Eks Kadishutbun Siak Teten Effendi, Selasa (23/7/2019) di PN Siak. Suratno dan Teten awalnya didakwa JPU dengan pasal 263 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang dugaan pemalsuan SK pelepasan kawasan hutan, yang dituntut 2,5 tahun. 

Sidang agenda putusan itu dipimpin hakim Ketua Roza Elafrina dan didampingi hakim anggota Risca Faharwati dan Selo Tantular. Amar putusan dibacakan hakim ketua Roza Elafrina bergantian dengan hakim anggota Selo Tantular. Terdakwa didampingi PH-nya, Yusril Sabri dan JPU dihadiri Endah Purwaningsih dan tim.

Dalam amar putusannya majlis menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan adanya dugaan surat palsu atau memalsukan surat sebagaimana didakwakan JPU. 

“Majlis sudah berupaya menggali fakta dan alat bukti, tidak ada surat palsu yang digunakan, sehingga tidak ada bukti yang kuat terhadap dakwaan atas Suratno Konadi,” kata majlis hakim.

Dalam membacakan amar putusan hakim menilai SK Menhut tentang pelepasan kawasan hutan itu bukanlah fakta otentik yang dipalsukan. Pasalnya tidak terpenuhi unsur memalsukan baik dari segi fisik maupun isinya.

Usai membacakan putusan bebas kepada kedua terdakwa, JPU Endah langsung menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun majlis hakim keberatan memberikan salinan putusan. Pada pembacaan putusan untuk terdakwa Suratno Konadi yang mendapat giliran kedua, JPU kembali mendesak majlis agar segera memberikan salinan putusan. Akhirnya majlis menyatakan akan memberikan salinan putusan setelah sidang.

“Kalau kecewa ya pastilah. Namanya hakim berbeda pandangan dengan JPU,” kata Endah Purwaningsih usai persidangan.

Ia menjelaskan, awalnya majlis memang berkeberatan memberikan salinan putusan pada hari yang sama. Setelah didesak, akhirnya majlis memberikan pada hari yang sama dengan waktu persidangan. 

Baca Juga:  drh. Hj Susilawati : Kita Berkomitmen Terus Lakukan Peningkatan Produksi Ikan di Kabupaten Siak

“Salinan putusan merupakan hak kami. Akhirnya tadi dikasih cuma jamnya agak lambat, katanya tetap diserahkan hari ini,” kata Endah. 

Menurut Endah, pihaknya segera mempelajari sainan putusan itu. Sebab, menurut majlis unsur yang didakwakan tidak terbukti. JPU ingin membuktikan bahwa dakwaan mereka benar di MA nanti.

“Itu tidak masalah, kami pelajari lagi salinan putusan itu. Tuntutan kita untuk masing-masing terdakwa kemarin 2,5 tahun,” kata dia.

PH pelapor Jimmy, H Firdaus Ajis, SH, MH di luar persidangan menanggapi vonis bebas kedua terdakwa ini dengan datar. Pihaknya menghormati putusan majlis karena hal itu dianggap keniscayaan hasil suatu persidangan.

“Inilah hasil persidangan, pasti ada suatu putusan kan? Terlepas dari apakah perkara ini terbukti atau tidak.

Namun demikian perlu dijelaskan bahwa ini baru tahapan awal dari Peradilan pidana ya, kita lihat JPU langsung mengajukan upaya kasasi ke MA dan meminta salinan putusan langsung ke majlis,” kata Firdaus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan