oleh

LBH Medan Kecam Kekerasan Seksual terhadap Anak, Desak Polrestabes Medan Tangkap pelaku Predator Anak

-Hukrim-100 views

MEDAN, lintas10.com – Kota Medan mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia baru – baru ini. Penghargaan membanggakan itu diberikan karena Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) dinilai sangat berkomitmen dan peduli dalam memenuhi hak dan perlindungan terhadap anak.

Penghargaan tersebut  patut dan wajar untuk ditinjau kembali mengingat masih terjadinya kekerasan seksual terhadap anak ungkap LBH Medan dalam siaran tertulisnya kepada media ini, Sabtu (04/09/2021).

Sebelumnya telah terjadi peristiwa yang sangat memilukan yang menimpa seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Adalah berinisial RAP, yang diduga telah menjadi korban Pencabulan yang dilakukan oleh sepuluh orang pria bertopeng di kawasan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara.

Diketahui Pencabulan tersebut terjadi pada tanggal 27 Agustus 2021 lalu, saat itu RAP hendak pergi kewarung sekitar pukul 14.00 Wib, namun tiba-tiba di tengah jalan RAP dijegat dan ditarik paksa untuk masuk kedalam mobil Pick-up yang di tutupi oleh terpal.

Para pelaku yang diduga berjumlah sepuluh orang dengan menggunakan penutup wajah dengan topeng secara bergantian melakukan perbuatan Sodomi terhadap RAP dan merekam aksi biadab mereka. Tak hanya itu, dalam melancarkan aksi bejat tersebut para pelaku juga mengancam bocah malang itu dengan pisau dan membakar kaki sebelah kirinya dengan api rokok, RAP sempat dengan paksa menarik topeng dan mengenali salah seorang pelaku.

Usai melampiaskan nafsunya, para pelaku mengancam RAP untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun dan jika melaporkan hal tersebut maka RAP akan dibunuh. Kemudian para pelaku membawa RAP ke tempat semula dan dengan kasar menendangnya untuk turun dari mobil Pick-up.

Baca Juga:  Pemuda Desa Lubuk Kembang Sari Sodomi 5 Bocah.

Berdasarkan informasi yang diterima bahwa keluarga RAP telah membuat Laporan Polisi ke Polrestabes Medan, dengan nomor laporan: STTLP/N/1675/YAN/,2.5/ K/VIII/2021/SPKT Restabes Medan, terhadap Peristiwa tersebut LBH Medan sebagai Lembaga Bantuan Hukum  yang Konsern terhadap Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Khusunya terhadap Perempuan dan Anak, mengecam keras perbuatan Predator Seksual Anak tersebut dan mendesak  Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap Predator Seksual Anak.

Karena sejak 2016 pemerintah melalui Presiden Jokowi telah menetapkan jika kekerasan seksual terhadap anak merupakan Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime) maka sudah sepatutnya hal ini menjadi atensi Polrestabes untuk segera mengungkapnya.

LBH Medan menilai tindak pidana pencabulan tersebut telah memberikan dampak psikologis  yang sangat buruk/trauma berat hingga berdampak terhadap tumbuh kembang RAP dan berbahaya terhadap anak-anak Kota Medan saat ini.

Diminta pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resor Kota Besar Medan untuk segera melakukan penangkapan dikarenakan sampai saat ini para Predator Sekual Anak tersebut masih berkeliaran bebas. Dan apabila tidak segara ditangkap dikhawatirkan memberi keresahan di tengah masyarakat khususnya para ibu di kota Medan dan diduga tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan korban-korban anak lainnya.

LBH Medan menduga para Predator Seksual Anak telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28D, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 2, Pasal 3 ayat (2), Pasal 17, UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Revisi Kedua UU Perlindungan Anak yang disebutkan

“bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak dipidana penjara 5 sampai dengan 15 tahun”. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Pada Pasal 76C dinyatakan “bahwa setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak”. (Ly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jangan Lewatkan