KAPTEN INF YUSTINUS WARUWU JELASKAN WAWASAN KEBANGSAAN KEPADA SISWA SISWI SETINGKAT SMA DI KABUPATEN NIAS

Lintas Jabodetabek443 kali dibaca

Nias, Lintas10.com – Danramil 06/Thb, Kodim 0213/Nias, Kapten Inf Yustinus Waruwu mewakili Dandim 0213/Nias sebagai Nara Sumber Sosialisasi Wawasan Kebangsaan kepada perwakilan Siswa/i SMA dan SMK se Kabupaten Nias yang dilaksanakan di Lantai 3 Ruang Oval Kantor Bupati Kabupaten Nias, Rabu (19/9/2018).

Turut hadir pada acara sosialisasi diantaranya Wakil Bupati Kabupaten Nias, Danramil 06 mewakili Dandim, Kaban Kesbangpol Kabupaten Nias, Asisten 2 Sekda, para Kabid dan Staf Kesbangpol, para Guru SMA/SMK, dan perwakilan Siswa/i SMA dan SMK.

Kapten Inf Yustinus Waruwu yang mewakili Dandim mengatakan, bahwa Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konseps cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Danramil.

Menurut Danramil, bahwa kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural yang mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.

“Wawasan kebangsaan juga menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional,” tambahnya.

Wawasan kebangsaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional.

Menurutnya, wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.

“Dalam kerangka NKRI, wawasan kebangsaan adalah cara kita sebagai bangsa Indonesia di dalam memandang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan UUD 1945 atau dengan kata lain bagaimana kita memahami Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan POLEKSOSBUD dan HANKAM,” tandasnya.

Baca Juga:  Mayor Chk (K) Yuliana, Srikandi Pertama Penjaga Perbatasan RI-PNG

Danramil menegaskan, bahwa wawasan kebangsaan Indonesia menolak segala diskriminasi suku, ras, asal-usul, keturunan, warna kulit, kedaerahan, golongan, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedudukan, maupun status sosial.

“Kebangkitan Nasional 1908 yang dipelopori oleh Budi Utomo menjadi tonggak terjadinya proses Bhinneka Tunggal Ika,” kata Danramil.

Editor : Benz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses