oleh

Farm Jaya Rabbit Ingin Berdayakan Pemuda Kuningan Dengan Beternak Kelinci Hias

Kuningan, lintas10.com – Sejumlah pemuda di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah membentuk kelompol peternak kelinci hias yang diberi nama Farm Jaya Rabbit.

Meski baru dibentuk enam bulan lalu, kelompok peternak muda Farm Jaya Rabbit telah sukses meraih prestasi bergengsi. Pada bulan Desember 2020 kemarin, kelinci hias dari kelompok ini sukses menjadi juara di kontes berskala nasional yang digelar di Semarang, Jawa Tengah.

Kelompok peternak muda Farm Jaya Rabbit juga berencana akan mengadakan kontes kelinci hias berskala nasional di Kabupaten Kuningan pada bulan April 2021 mendatang.

Munculnya kelompok peternak kelinci itu bermula dari hobi dua kakak beradik Kurniawan (28) dan Asep Saepullah (25). “”Awalnya pada tahun 2017 kami berdua ternak jenis kelinci lokal. Waktu itu cuma punya 10 ekor, satu jantan dan sisanya betina,” tutur Kurniawan selaku pembina di Farm Jaya Rabbit.

Kakak beradik itu kemudian mencoba beternak kelinci hias karena harga jualnya berkali lipat dibanding kelinci lokal. Ternyata berhasil. Mereka menemui kesulitan, karena cara pemeliharaan jenis kelinci hias itu tidak ada bedanya dengan kelinci lokal.

Dari kelinci hias hasil ternaknya itu mereka mulai mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan. Keduanya lalu mengajak para pemuda tetangganya untuk ikut beternak kelinci hias.

Karena penghasilannya menggiurkan, para pemuda di Desa Bojong itu pun banyak yang tertarik untuk ikut beternak kelinci hias. Sehingga kemudian dirasa perlu untuk membentuk wadah atau kelompok yang lalu diberi nama Farm Jaya Rabbit.

“Saat ini, Farm Jaya Rabbit memiliki 14 anggota yang semuanya merupakan pemuda Desa Bojong,” kata Kurniawan.

Menurutnya, dengan beternak kelinci hias pemuda Desa Bojong saat ini bisa memiliki aktivitas yang dapat menghasilkan uang. “Dibentuknya Farm Jaya Rabbit enam bulan lalu memang tujuannya agar bisa memberdayakan anak muda yang tadinya tidak punya penghasilan jadi punya penghasilan dari ternak kelinci,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Walikota Cirebon terkonfirmasi Positf Covid-19

Kurniawan menjelaskan, kelinci-kelinci yang diternak di Farm Jaya Rabbit semuanya merupakan jenis kelinci hias. Mulai dari jenis fujilove, flemis giant, Netherlands dwarf, lion head dan jenis lainnya ada di peternakan Farm Jaya Rabbit.

Untuk satu ekornya, anakan kelinci jenis fujilove berusia 45 sampai 55 hari dijual seharga Rp 140 ribu. Sementara untuk satu pasang, dijual seharga Rp 250 ribu.

“Semakin dewasa kelinci hias semakin mahal harganya. Kemarin kita jual jenis fujilove itu usia lima bulan Rp 2,5 juta ,” ucapnya.

Lebih jauh Kurniawan mengungkapkan, kelompoknya yang berada di bawah naungan Komunitas Kelinci Kuningan ini juga memiliki target untuk menjadi percontohan peternakan kelinci di Kabupaten Kuningan, sehingga ke depan pemuda di desa lainnya juga dapat ikut berdaya dari ternak kelinci hias.

Dijelaskan, dalam waktu 30 hari indukan kelinci yang ada di Farm Jaya Rabbit bisa melahirkan rata-rata lima ekor anak. Namun menurutnya, diperlukan waktu 75 hari untuk bisa menjualnya.

“Bisa panen itu 75 hari sekali, 30 hari indukan mengandung dan melahirkan, 45 hari untuk menyusui. Satu tahun indukan bisa melahirkan empat kali, sekali melahirkan rata-rata lima ekor anaknya,” jelas Kurniawan. ***



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan