Home / Top Ten / Polsek Tapung Hulu di Praperadilkan di PN Bangkinang

Polsek Tapung Hulu di Praperadilkan di PN Bangkinang

Bangkinang, lintas10.com- Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung Hulu, Kabupaten Kampar hari ini, Selasa (26/09/17) digugat di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, terkait proses penangkapan dan penahanan Iwan Saputra Nasution dan Muriadi, pada tanggal 05 Agustus 2017 lalu, terkait dugaan pencurian kelapa sawit milik PTPN V.

Dalam sidang praperadilan yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Ira Rosalin SH.MH, para terdakwa (Iwan Saputra Nasution alias Nasution dan Muriad.red) melalui kuasa hukum terdakwa Eziza Rianto, SH dan Roy Martua Malau, menyebutkan terhitung dari sejak penangkapan dan penahanan pemohon tidak pernah mendapatkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Pada saat penangkapan yang dilakukan oknum Brimob, terhadap tersangka terjadi dilokasi Desa Kasikan dilahan warga dengan posisi di Peron.Dan bukan diareal PTPN V dengan mengamankan barang bukti berupa mobil dump truk 2 unit dan TBS. 18 Ton,”jelasnya,

Didepan tergugat Polsek Tapung Hulu yang dikuasakan terhadap Kasubbid Bankum Bidkum Polda Riau. AKBP Rusli,SH dan Advokat Madya I Bidkum Polda Riau AKBP. Agus Setiawan A.SE,SH,MH . Roy juga mengungkapkan, dalam masalah ini belum ada dilakukan gelar perkara‎ untuk proses penetapan tersangka, sehingga kliennya ditetapkan menjadi tersangka pencurian buah kelapa sawit milik PTPN V. “Bahkan PTPN V Sei Lindai tidak pernah merasa kehilangan.

Sebagaimana disebutkan oleh manajer PTPN V Sei Lindai Fredi Purba dan ini juga dikuatkan oleh asisten afdeling IV PTPN V Simbolon,”tuturnya Bersama

sembari mengatakan bahwa kliennya dijerat pasal 363 KUHP Jo pasal 480 KUHP. Yang perlu diketahui jelas Roy, penetapan tersangka yang dilakukan tergugat telah bertentangan dan bertolak belakang dengan tugas atau fungsi tergugat selaku penyidik.

“Karena dalam pasal I angka 2 KUHAP menyebutkan; penyidikan serangkaian tindakan penyidikan dalam hal mengumpulkan barang bukti yang dengan bukti terang tentang tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangka. Akan tetapi kenyataannya tersangka telah ditetapkan, kemudian baru mencari bukti-bukti dengan mencari saksi untuk pembenaran,”terangnya.

Oleh karena penetapan tersangka, yang dilakukan tergugat (Polsek Tapung Hulu.red) yang diduga tidak sah dan tidak bedasar hukum.

“Maka kami minta klien kami berstatus tersangka dapat dibebaskan,”tegasnya.

Sementara itu Iwan Saputra Nasution (30) Ketika ditemui di Sel tahanan PN Bangkinang, menyebutkan bahwa dirinya hanya selaku supir dan tak tahu-menahu mengenai brondolan sawit yang diangkutnya .

“Saya hanya pekerja selaku supir yang ditugaskan toke saya Tanamu Simajuntak. Jadi tidak tahu mengenai brondolan.
Karena yang di angkut dikawasan petani bukan dikawasan milik PTPN V. Makanya saya berani, karena sama sekali bukan mencuri Saya Hanya Supir‎ dan Dikriminalisasi bg ,”pungkasnya Ketika ditemui beberapa orang awak media.

Ditambah Iwan sebelumnya dirinya pernah berhenti bekerja dari tokenya, kemudian dipanggil lagi untuk berkerja oleh istri tokenya.” Dan ternyata ini hari naas saya yang dituduh selaku pencuri, makanya saya merasa dikriminalisasi oleh oknum aparat hukum. Karena saya juga dituduh selaku penadah, “tuturnya.(hasbi)

Baca Juga

Mantap, Sumaryadi Warga Sialang Sakti Ikuti Penataran ASTAF Di Palembang

PALEMBANG, lintas10.com- Rasa haru dan bangga saat ini dirasakan oleh Sumariyadi yang mendapat kesempatan mendapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *