Mantap, ini Penting! JMSI Pelalawan Bareng Kejari Gelar Edukasi di SMAN 1 Pangkalan Kerinci

Pelalawan217 kali dibaca

Pangkalan Kerinci, lintas10.com-Ada banyak cara untuk menangani maupun mencegah terjadinya cyberbullying atau perundungan di dunia maya.

Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut sepanjang tahun 2022 telah terjadi 226 kasus kekerasan fisik dan perundungan. Di dunia maya, perundungan digital atau cyberbullying pun makin mengkhawatirkan.

UNICEF dalam laporan “Bullying in Indonesia” tahun 2020 mendapati 45 persen anak usia 14-24 tahun menderita perundungan siber.

Melihat fenomena yang terjadi, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Pelalawan bersama Kejaksaan Negeri Pelalawan menggelar sosialisasi kepada para siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, (16/3/2023) di aula sekolah.

Sosialisasi cyberbullying di SMA Negeri 1 Pangkakan Kerinci dihadiri Ketua JMSI Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra S. I. Sekretaris Rahmat Faisal SH, Bendahara Apon Adiwijaya SE, Penasehat JMSI Pelalawan Asep Putra Sulaiman, Dewan Pakar JMSI Pelalawan H Rojuli S. Sos, dan Pengurus JMSI Pelalawan, Dedi Rizaldi dan Liaz Abnur.

Sedangakan dari Kejaksaan Negeri Pelalawan diwakili Mahardika, Yenni dan Cristen dan dari pihak sekolah langsung dihadiri Kepala SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Drs. Adroni, M.Pd.

Dalam sambutan Ketua JMSI Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra S. I. Kom mengatakan, kegiatan sosialisasi Cyberbullying dan Cybercrime ini bertujuan untuk memberikan edukasi dalam upaya mencegah terjadinya tindakan kekerasan di dunia maya.

“Kita berikan edukasi terkait tentang bentuk-bentuk perundungan di kalangan remaja hingga pencegahannya dengan maksud siswa lebih dini mengenal hal tersebut dan tidak melakukannya di lingkungan pergaulan mereka. Selain itu, juga terlaksananya kegiatan ini dalam rangka memperingati HPN tahun 2023,”ucap Ketua JMSI Pelalawan, Erik Suhenra.

Baca Juga:  Polres Pelalawan Bagi-bagi Takjil untuk Pengendara

Komentar