oleh

Kreasi Anak Muda Kota Pinang, Suara Puisi memecah Malam, Ini Kronologinya

Kotapinang, lintas10.com- Perkumpulan anak muda Kotapinang awalnya dibuat hanya sekedar iseng, namun para senior-senior yang lahir ditahun tujuh puluan memberi dukungan kepada mereka, agar acara lebih dikoordinir supaya lebih mantap, acara malam ini dengan tema Malam Baca Puisi (MBP) dilaksanakan diemperan depan gedung SBBK yang dulunya bagunan disebut pendopo sewaktu Kecamatan setelah menjadi Kabupaten dipugar lebih megah menjadi SBBK Sabtu (08/08/2020) malam.

Seperti yang diutarakan oleh Rijal Sembiring, ia ingin anak muda sekarang harus berperan penting, pro aktif, dalam berkarya, bangun bakat menggali potensi sejarah yang ada di Kotapinang untuk memberi semangat untuk generasi-generasi berikutnya.

“Dan kami-kami saat sekarang ini sebagai orang tua dari anak-anak tidak mau melihat dan mendengar anak-anak tidak salah arah dengan artian tidak becus dikarenakan narkoba, ikut begal, tauran dan lain-lain sebaginya,” ujarnya.

Bangunlah karekter yang sifatnya membangkitkan dan jangan pernah menyudutkan satu sama lain, bangun jaringan kepada orang-orang tua.

“Pesan  saya anak-anak jangan takut salah untuk berkreasi, salah itu awal dari keberhasilan sesuai dengan kemampuan, kami para senior akan memantau dan membantu ataupun menemani apabila kedepan anak-anak muda sekarang generasi penerus kami kebentur dalam permasalahan apapun asal yang positif,” ungkapnya.

Begitu juga apa yang dikatakan bung Novrijal Harahap, mengajak para pemuda ikut serta berpartisioasi dalam membangun daerah semakin lebih baik dengan peran masing-masing.

“Mari bangun pundi-pundi yang yang sefatnya membangun daerah dimasing-masing individu tuk memajukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan terkhusus Kotapinang kota kelahiran kita,” katanya.

Tidak tertutup kemungkinan akan lakukan kegiatan secara estafet berpindah-pindah di tempat yang bersejarah yang ada di Kotapinang, “Sambil mengenang nilai aurstritiknya agar dapat kita ceritakan kepada anak cucu kita,” katanya.

Baca Juga:  RSUD Rantauprapat Gelar Workshop Standard Akriditasi Versi 2012

Ades Iskandar Nasution mengawali puisi yang berjudul “Hanya Sebuah Kata-Kata” karya Ades iskandar Nasution.

Selesai baca puisi ia menyarankan kepada yang hadir agar memanggil atau membawa kawan-kawannya berkreasi disini dan menumpahkan segala unek-unek yang sifatnya membagun.

Berlanjut dengan Habiburrohman menyajikan puisi yang berjudul “Kampungku” karya N Harahap, H Budi Nasution menyajikan puisi yang berjudul “Terjalnya Asah” karya Ades Iskandar, Yahya menyajikan puisi berjudul “Senior” karya Yahya, serta Novrijal Harahap menyajikan puisi berjudul “Kotaku” karya N Harahap.

Candra Siregar menyimpulkan kegiatan acara ini sangat bagus dan positif sifatnya membagun dan memberi pengajaran pada anak-anak muda sekarang

“Pesan saya dari pada anak-anak muda sekarang keluyuran tidak tentu arah yah lebih baik berkreatif diacara ini,” sebutnya.

Tidak ada batasan yang harus ditampilkan bisa secara kelompok ataupun sendirian yang penting sifatnya membangun dengan artian bebas, bisa itu puisi, menari, drama, pantomi, orasi, nyanyi, stanup, musik dan lain-lain

“Terpenting acara ini tidak ada unsur politik dan lain-lain sebagainya, acara murni dari inspirasi anak-anak muda dengan seniornya yang lahir di tahun tujuh puluhan,” sebutnya.

Dalam acara yang diprakarsai H. Budi Nasution (FKPPI), Candra Siregar (KBPPPolri), Anas Efendi Harahap (PSSI), Muhamad Hasir Nasution ( Sekjen PDIP-LS) Zen Ritonga (Labusel Creatif Forum), Ades Iskandar Nasution ( Komunitas Sastra), Fery  Syahputra Simatupang (KNPI), Jefry  Nasution (Extrem-LS) Reza Fallevi Nasution dan dimeriahkan oleh anak-anak muda yang tergabung dari mahasiswa dari berbagai jurusan di fakultas yang berbeda yang ada di Indoenesia.

Acara ditutup dengan yel-yel “Kotapinang Maju, Kotapinang Ajakkan tuk berkreasi.(Candra Siregar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. nilai aurstritiknya… seyogyanya mungkin yg dimaksud itu nilai altruistik, membantu org lain tanpa pamrih, menumbuhkembangkan nilai kesetiakawanan sosial.

    Ades, Anas & H. Budi gak ngajak2…
    Atawa karena awaq bukan pribumi aseli Kopin…

Jangan Lewatkan