Tidak Kunjung Dipasang Puluhan Warga Sabak Auh Datangi Kantor PLN Rayon Siak

Siak, Top Ten454 kali dibaca

Lintas10.com – Sekitar 50 orang warga Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh mendatangi kantor PLN Rayon Siak, kedatangan Mereka ke perusahaan milik negara itu kamis (2/6/2016) menuntut segera melakukan penyambungan listrik ke rumah warga, berbulan warga telah mengajukan bahkan sudah membayar biaya masuk sesuai dengan daya yang dipilih masing-masing namun hingga kini aliran listrik yang diharapkan tidak kunjung terealisasi. 

Masa mengaku kesal, jaringan yang bersumber dari PLTD sudah angkat kaki dipindahkan ke daerah lain. Mereka mengharap penerangan dari PLN, sudah melakukan kewajiban penuh dari pembayaran instalasi hingga biaya penyambungan serta administrasi lainya. Sedikitnya setiap KK harus merogoh Rp. 3 juta dari koceknya untuk mendapat penyambungan listrik dari PLN.

“Kami di janji-janjikan saja padahal satu bulan yang lalu di bilang satu minggu selesai, selepas itu janji hari Senin, kami tanya lagi mereka janji Kamis, janji lagi sampai sekarang belum disambung. Minggu kemaren kami cuma 7 orang ke sini, dapat penjelasan mesin kurang. Menurut kami itu tidak bisa dijadikan alasan, PLN merupakan perusahaan negara kewajibanya melayani konsumen, kami sudah bayar kewajiban dan sekarang hak sebagai calon pelanggan kami tuntut,” ungkap Pemuda Belading Pranoto saat ditemui di halaman kantor PLN Rayon Siak.

Pranoto menjelaskan bahwa perjuangan masyarakat untuk mendapatkan PLN cukup berat, rela gotong royong menebang pohon, serta mendirikan tiang listrik.

“Mana jalur yang belum kebagian tiang listrik, kami gotong royong memindahkan tiang dari tempat lain. Begitu juga saat menumbang pohon untuk pembangunan jaringan itu kami lakukan gotong royong tidak ada kompensasi,” katanya.

Rasa kesal juga disampaikan warga lain Yudi, sudah lima tahun masyarakat merelakan tanaman mereka ditumbang untuk pembangunan jaringan listrik, kini baik tiang kabel tengangan tinggi dan tegangan rendah melintas di depan rumah.

Baca Juga:  Diduga Oknum Petugas Samsat Keliling Sumatera Utara lakukan Pengutipan diluar Harga Sebenarnya

Kekesalan yang sama disampaikan Yudi, sudah lima tahun masyarakat merelakan tanaman mereka ditumbang untuk pembangunan jaringan listrik, kini baik tiang kabel tengangan tinggi dan tegangan rendah melintas di depan rumah masyarakat, namun yang menikmati listrik justru kampung lainnya.

“Kesalnya kampung kami, Belading seperti di kepung. Bagian Utara Kampung Laksamana, Rempak dan Selat Guntung sudah menyala, padahal arusnya melintasi Kampung kami. Bagian selatan Bandar Sungai, Bandar Pedada juga sudah menyala semua. Jadi kami seperti dipaksa kegelapan dan menonton kampung tetangga yang terang,” kata Yudi.

Kepala PLN Siak H. Zulhardi saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, ia mengatakan pihak PLN tidak berani melakukan penyambungan pelanggan baru mengingat saat ini sedang devisit daya.

“Kenapa pemerintah telalu cepat mencabut PLTD?. Kami tidak bisa menambah pelanggan baru, karena banyak pelanggan komplain sama kami. Gara-gara nambah pelanggan baru jadi pemadaman bergilir,” kata Zulhardi.

Di lain hal Zulhardi mengaku sedang berupaya membangun kerja sama dengan Riau Power Energi (RPE) suatu perusahaan pembangkit di bawah naungan RAPP.

“Pihak RAPP sudah setuju, kesepakatan sudah ada, sementara mereka sangup menjual daya ke PLN 10 MW, kita mintak 15 MW. Kami sedang berupaya untuk memastikan agar Sabtu bersok seluruh perangkat, baik itu panel, jaringan dan travo sudah bisa digunakan untuk mengalirkan listrik dari RPE ke Siak. Harapanya Minggu koneksi, jadi Senin kami sudah bisa mulai melakukan penyambungan untuk pelanggan baru,” kata Zulhardi.

Masalah lain muncul, perusahaan rekanan PLN yang diberi kepercayaan untuk penyambungan listrik pelanggan baru kini telah angkat kaki, kontrak mereka telah habis.

“Rekanan kita untuk penyambungan pelanggan baru sudah pergi, mungkin tidak sanggup bayar gaji karyawan karena kontraknya habis,” kat Zulhardi.

Baca Juga:  PSHT Cabang Siak Pusat Madiun Antraksi Memukau di Pekan Budaya

Untuk menyelesaikan tuntutan calon pelanggan baru yang telah menyelesaikan administrasi itu, Zulhardi mengaku nanti akan mengintruksikan untuk sesegera mungkin di lakukan penyambungan.

“Kita tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan komitmen dan visi misi pemerintah PLN ini kan milik negara,” tandas Zulhardi. (Sht)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses