Home / Siak / Sidang Kasus Pupuk Subsidi, Empat Saksi Beratkan Terdakwa

Sidang Kasus Pupuk Subsidi, Empat Saksi Beratkan Terdakwa

SIAK, lintas10.com – Sidang lanjutan kasus penangkapan oleh Polres Siak pada Juni 2016 tahun lalu terhadap dua terdakwa di Pengadilan Negeri Siak, mrnghadirkan saksi-saksi.
Dari keterangan empat orang saksi yang dihadirkan justru memberatkan terdakwa terkait kasus penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi dan selain itu berkenaan dengan adanya pemalsuan dokumen RDKK.

Dalam jalannya persidangan yang menghadirkan tiga saksi fakta dan satu saksi ahli, Senin (7/8/2017) kedua terdakwa BI (penyalur) dan terdakwa MK (penadah) penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi tanpa didampingi penasehat hukum harus tunduk lesu ketika majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Abd. Kadir dan dua orang hakim anggota dari PN Siak masuk kepada materi persidangan. 

Saat saksi fakta ditanya JPU Endah Purwaningsih, beberapa jawaban saksi mengarah kepada srmakin menguatnya pembuktian adanya penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut. Diantaranya, keterangan saksi H Saifurrahman (Ketua Gapoktan Desa Tanjung Belit, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis) menyebut bahwa dirinya tidak pernah menandatangani berkas Rencana Definitif Kebutuha Kelompok (RDKK) pada tahun 2016. 

“Bahkan sejak 2015 Gapoktan Tanjung Belit tidak pernah mengajukan RDKK untuk penebusan pupuk bersubsidi seiring tidak adanya permintaan petani,” terang H Saifurrahman.  

Keterangan yang serupa juga disampaikan oleh Kades Tanjung Belit, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Joko Margono juga mengaku tidak pernah menandatangani RDKK tahun 2016 sehubungan dirinya sudah tidak menjabat sebagai kades April 2015.

Sedangkan saksi fakta ketiga yang dihadirkan, Wan M Sabri juga mengaku tidak tahu adanya penebusan pupuk yang dilakukan koleganya terdakwa Bambang Irawan karena memang tidak adanya permintaan petani. 

Saat ditanya hubungan antara saksi Wan Sabri dengan terdakwa BI, bahwa terdakwa meminjam bendera perusahaan miliknya CV Putri Siak Kecil dengan direktur Doni, untuk digunakan sebagai bendera ke pihak produsen untuk jual beli pupuk.

“Yang jelas kami bekerjasama dan terjadi perjanjian usaha secara lisan dengan terdakwa yang kita kenal sebagai pengecer pupuk di Kecamatan Bukit Batu, dsn kita tidak tahu adanya prnebusan pupuk atas nama petani di Tanjung Belit pada tahun 2016 tersebut,” terang Wan Sabri. 

Sedangkan saksi ahli yang dihadirkan, Kasi Perindag Kabupaten Bengkalis, Nasril, menggambarkan tentang runut pengajuan dan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai aturan yang ada. 

Kasus hukum yang saat ini menjerat kedua terdakwa terjadi setelah adanya penangkapan pupuk bersubsidi oleh Polres Siak pada Juni 2016, di Gudang terdakwa kedua H Miskak di Kecamatan Dayun Siak, dan setelah ditindaklanjuti ternyata dokumen yang digunakan pupuk tersebut diperuntukkan bagi petani di Desa Tanjung Belit Kecamatan Siak Kecil Bengkalis. 

Jadi selain pemindahan lokasi sasaran pupuk bersubsidi lintas Kabupaten, terdakwa juga diduga kuat telah melakukan pemalsuan dokumen dan tandatangan sejumlah pihak. Sedangkan terdakwa kedua terlibat dan bersekongkol sebagai penadah pupuk bersubsidi dan untuk pengalihan kegunaan pemupukan sektor lain.(Tim)

Baca Juga

Wabup Siak Monitoring Kampung Sakinah di Bungaraya Rumahku Adalah Surgaku

SIAK, lintas10.com- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung melakukan monitoring terhadap program Kampung Binaan Keluarga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *