oleh

Mobil Plat Merah Milik Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Medan ini Gunakan BBM Bersubsidi, ini Kronologinya

Medan, lintas10.com- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan diduga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar, yang di subsidi Pemerintah Pusat.

Pemandangan ini tampak dilakukan Para Supir Mobil Dinas Kebersihan dan Pertamanan, menurut pengamatan Media ini dilapangan tepatnya di salah satu Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Jalan Setia Budi, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumatera Utara. Kendaraan roda empat, milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan dengan nomor plat merah dengan nomor Polisi BK 9093 J mengisi BBM Subsidi Pemerintah.

Dilokasi Para Sopir truk, yang enggan memberitahukan namanya itu kepada Media ini menyebutkan bahwa pengisian tersebut atas restu Pimpinan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

“Kami isi minyak bersubsidi disini atas dasar perintah Pimpinan,” sebutnya.

Ia meyakinkan sembari menunjuk Nota Bon Faktur yang di stempel Pemerintah Pemko Medan.

Lewat pegawai SPBU juga mengatakan hal yang senada, bahwa pengisian ini bukanlah kali pertama, pasalnya antara Pemko Medan, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah teken kontrak pengisian bahan bakar selama setahun.

“Kalau kami sesuai hasil kontrak antara Pemko Medan dengan pihak SPBU ditandatangani pimpinan iya kami siap isi bang,” sebutnya lagi.

Dihubungi terpisah Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, selama dua hari berturut turut, yakni pada hari jumat dan hari senin tanggal 08 dan 11 januari 2020 sekira pukul 09:00 wib, namun orang nomor satu di Kedinasan Kebersihan dan Pertamanan itu tidak berada dikantornya.

Melalui penerima tamu dan salah satu stafnya mengatakan bahwa Pimpinan jarang ada dikantor.

“Pak Kadis jarang dikantor, selalu dilapangan,” terangnya.

Disinggung kapan Pak Kadis ada di kantor? Dijawab para stafnya tidak tau jadwal Pimpinannya.

Baca Juga:  120 Kg Sabu Disita Polres Metro Jakarta Barat, Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup

Berlanjut, Media ini kembali mengkonfirmasi akan kejanggalan di Dinas Kebersihan Pertamanan tersebut, lewat kontak whatshapnya, M Husni menjawab tidak ada masalah karena sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunnya.

Disinggung BBM Subsidi yang peruntukannya keliru jika pemerintah ikut menikmatinya, tapi mengapa Pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan menggunakan Program Pemerintah untuk pemerintah?

M, Husni berpandangan lain, Ia menyebut kalau tindakannya itu tidak ada masalah.

“Memang harus kontrak dengan spbu, Sudah diatur dalam kementrian SDM mobil. ambulance damkar kebersihan seluruh indonesia menggunakan BBm subsidi,” Ungkap Husni.

Jika mengacu berdasarkan peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, sejumlah pihak menyoroti langkah yang diambil oleh Pemko Medan tersebut melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan merupakan suatu hal yang keliru. Pasalnya program Pemerintah pusat melalui BBM Subsidi peruntukannya untuk meringankan Masyarakat dalam melancarakan usaha menengah kebawah yang menggunakan BBM.

Penulis Ly Tinambunan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan