Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Lagi lagi, Di Papan Nama Proyek Terlihat Tanpa Ada Keterangan Konsultan Pengawasnya…, Apakah Ini Aturannya ?

Lagi lagi, Di Papan Nama Proyek Terlihat Tanpa Ada Keterangan Konsultan Pengawasnya…, Apakah Ini Aturannya ?

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Dari pantauan Lintas10.com dilapangan, salah satunya dimana lagi lagi  dengan terdapat adanya pada papan nama proyek tanpa ada keterangan konsultan pengawasnya, yakni seperti pada proyek lanjutan pekerjaan pembangunan jalan kuala pembuang – telaga pulang (Desa Mekar Indah – Tanggul Harapan), dengan anggaran Apbd Kabupaten Seruyan tahun 2018, sebesar Rp 3 M, yang dilaksanakan oleh PT. Mahameru Citra Perkasa.

Apakah ini terjadi dan terdapat pada semua proyek lainnya juga, atau ini memang pada dari aturannya yang ada dan berlaku sudah?….,ataukah aturan ini yang ada dan diberlakukannya hanya di kabupaten seruyan ?….

Salah seorang, warga Kabupaten Seruyan, Amat sangat menyayangkan dengan terjadinya perhal tersebut, kenapa bisa ada lagi, dan apakah memang berlakunya seperti ini disini, ataukah karena lokasi pekerjaannya yang pada jarang dengan terlihat dan jauh oleh masyarakat, atau ada sesuatunya.

Dimana menurutnya, dengan pada lengahnya pemerintah terhadap proyek lanjutan pekerjaan pembangunan jalan Kuala Pembuang – Telaga Pulang (Desa Mekar Indah – Tanggul Harapan), Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Pasalnya pada lokasi proyek tersebut, terdapat papan nama proyek yang tidak memuat keterangan tentang konsultan pengawasnya.

Terangnya, hal seperti ini lazimnya sebuah proyek pemerintah dilengkapi dengan papan nama proyek yang berada di sekitar lokasi pekerjaan. Dalam papan nama proyek itu termuat informasi berkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut, termasuk memuat nama konsultan Pengawasnya.

“Dimana kalau tidak ada konsultan Pengawasnya, kita khawatir dengan pelaksanaan teknis dari proyek tersebut, dengan siapa yang mesti pada bertanggungjawab secara teknisnya terhadap proyek itu, jika tidak ada konsultan pengawasnya,” ujar Amat, kepada Lintas10.com, rabu (16/5/2018).

Seharusnyalah Publik(masyarakat) ikut berperan serta dalam menjalankan fungsinya, dengan membantu Pemerintah Daerah, pada informasi dan pengawasannya, terkait pekerjaan proyek seperti ini, apalagi sebagai pemerintah sepatutnyalah juga berterimakasih terhadap masyarakatnya dalam hal ini.

Amat mengaku kecewa dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan selaku instansi teknis pengelola proyek ini, yang dimana dengan kesannya tidak serius melakukan dalam pengawasannya.

Dan ia juga selaku warga begitu sangat  menyayangkan, jika terjadi sampai dengan tidak adanya konsultan pengawas pada pelaksanaan proyek tersebut. Padahal, Konsultan pengawas merupakan dari bagian yang terpenting dari sebuah pekerjaan fisik proyek, apalagi sudah pada dengan jelas yang dari aturannya yang ada didalam Undang undang Kontruksinya, maupun ditambah peraturan peraturan lainnya, seperti halnya  Perpres nomor 16 tahun 2018, yang pada jelas dan tegasnya. Hingga sampai dari awalnya sebelum sebuah kegiatan proyek dilaksanakan maka harus ada dengan papan proyeknya, mulai dari ukurannya yang sudah ada dan isianya, yang mana harus dan wajib untuk diberitahukannya ke publik, sesuai yang ada pada dengan Undang Undang Keterbukan Informasi Publik. (Fathul Ridhoni)


Baca Juga

Rahmat Santoso Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua IPHI 2018-2023

SURABAYA, Lintas10.com – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Ke- VIII …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.