oleh

Dosen Pukul Dosen, Terjadi di Kota Cirebon

Cirebon, lintas10.com – Herry Nur Hendriyana, seorang dosen dari sebuah perguruan tinggi di Kota Cirebon, melapor ke polisi karena merasa menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh DN koleganya sendiri.

Aksi pemukulan tersebut terjadi di lingkungan kampus, dan diduga akibat ketersinggungan yang dipicu oleh komentar Herry di media sosial.

Dalam jumpa pers kemarin, Herry yang didampingi keluarga besarnya menuturkan, pemukulan terhadap dirinya terjadi pada hari Selasa 16 Februari 2021 Pukul 14.30 WIB.

Waktu itu ia baru saja selesai mengajar online, lalu duduk di ruangan pojok kampus. Tiba-tiba terlapor berinisial DN masuk ruangan dengan marah-marah.

Herry pun mempertanyakan marahnya DN ditujukan kepada siapa. Tapi DN menjawabnya dengan tendangan ke kaki Herry hingga terjatuh.

DN yang masih emosi itu bahkan lalu menyerang Herry. “Dia menindih saya dengan lutut di dada sambil mukul kepala sekitar 3-4 kali. Posisi saya terkunci. Hanya bisa bertahan, tangan kiri memegang mukanya,” kata Herry.

Beruntung 4 orang kolega dosen yang lain datang dan memisahkannya. Namun, DN masih terus berusaha untuk memukulnya.

Oleh kolega yang lain DN dibawa keluar ruangan. Tapi, tak lama masuk lagi ke ruangan dengan marah-marah sambil menantang duel fisik. Herry pun tidak menghiraukan dan segera menghindar.

“Saya dan teman-teman ngobrol dan berusaha menghubungi DN untuk mendamaikan. Tetapi dia tidak mau,” terangnya.

Herry pun lalu berdiskusi dengan keluarga. Sambil menunggu iktikad baik DN untuk berdamai, ia membuat visum dokter. Tapi DN tidak menunjukkan itikad baiknya, ia pun melanjutkan proses hukum ke Polsekta Cirebon Utara Barat.

Sementara itu, Zarkasih SH selaku kuasa hukum Herry berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Herman Khaeron: UMKM Pasif, Badan Standardisasi Nasional Harus Jemput Bola

“Klien kami menjadi korban penganiayaan. Proses hukum diharapkan berjalan sebagaimana mestinya dan muncul siapa tersangkanya. Apalagi kejadian ini di lingkungan pendidikan,” terang Zarkasih.

Zarkasih juga mengaku mendapat kabar, pihak DN pun membuat pelaporan ke kepolisian.

“Pelaporan pihak sebelah (DN) kita belum tahu isinya. Tapi akan kita hadapi. Yang jelas klien kami yang menjadi korban penganiayaan,” terangnya. ***

 



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan