oleh

DLH Kota Padangsidimpuan Beli Lahan TPA Rp 800 Juta lebih, ini Penjelasannya

Padangsidimpuan, lintas10.com – Pemerintah Kota Padangsidimpuan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padangsdimpuan pada Tahun Anggaran 2019, membeli 6,5 hektare lahan untuk Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Desa Batang Bahal, Kec. Padangsidimpuan Tenggara, dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp.870.103.350,-.

Sementara itu anggaran yang diumumkan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Angaran 2019 untuk pengadaan lahan TPA baru senilai Rp.1,5 Miliar untuk 10 hektare, namun yang berhasil dibeli Dinas Lingkungan Hidup hanya 6,5 Hetare.

“Itu memang Rp.1,5 Miliar yang dianggarkan, tapi itu enggak semua habisnya itu, cuma Rp.800 juta sekiannya itu dan sisanya itu udah silpa (sisa lebih penghitungan anggaran), kan pengadaannya itu di tahun 2019” Terang Muhammad Faizal selaku sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, (24/08/2021) ketika ditemui diruang kerjanya.

Lebih jauh dijelaskannya, pembelian lahan itu dilakukan karena daya tampung sampah TPA Batu Bola di Desa Simatohir Kec. Padangsidimpuan Angkola Julu sudah tidak layak lagi dari segi ukuran serta lokasi tersebut dekat dengan pemukiman warga.

“Itu awalnya kan, TPA kita yang lama di Batu Bola, itu kan memang kalau dibilang udah enggak layak lagi lah itu ya kan…, disamping tempatnya dari ukuran luasnya isinya sudah enggak memenuhi standar kan, lalu udah berada di lingkungannya dekat sama masyarakat, jadi dari segi luasnya, dari segi lokasinya itu untuk kita buat TPA yang standar pun udah enggak mungkin, apalagi itu sudah kita gunakan sejak Tapsel (Tapanuli Selatan) dulu, jadi TPA Batu Bola ini TPA warisan lah itu. Jadi berdasarkan itu kita dari Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan untuk pindah ke lokasi lain,” Jelas Faizal.

Baca Juga:  KODIM 0212/TAPSEL Gelar Komsos Dengan Insan PERS, ini Ungkapan DANDIM

Terkait siapa yang menentukan harga ganti rugi pelepasan lahan masyarakat kepada pemerintah Kota Padangsdimpuan?, Faizal menyebutkan harga ditentukan oleh tim Appraisal yang bertugas untuk melakukan penilaian harga terhadap tanah dan objek lainnya yang dilakukan oleh oleh Konsultan Nanang Rahayu yang berkantor di Medan (Sumut).

Adapun besaran ganti rugi tersebut tidak hanya menghitung satuan tanah permeternya tetapi juga menghitung apa yang menjadi isi di atas tanah tersebut seperti tanam tanaman yang ditanami diatas tanah juga ikut dihitung dantaranya:
1. Harga permeter tanah di hargai berkisar diangka Rp.4.500,-
2. Harga Tanaman pertanaman di nilai dari jenis tanaman dan usia tanaman beriksar diangka Rp.160.000,- hingga Rp.209.000,- per pokok tanaman.

“Berdasarkan harga yang sudah di tentukan oleh Tim Appraisal di undanglah pemilik lahan untuk menyepakati dua kesepakatan diantaranya kesepakatana bentuk ganti rugi dengan pilihan yang pertama ganti tanah, kedua ganti uang, dan ketiga ganti saham kemudian kesepakatan yang kedua adalah menyepakati harga tanah permeter beserta tanaman yang ditanami dinilai dari usia tanaman dan kesimpulannya masyarakat menyetujui kespakatan tersebut,” Sebut Faizal.

Disinggung kapan akan rampung dan beroperasi lahan TPA Batang Bahal bisa digunakan? Faisal sendiri ragu kalau menggunakan anggaran dari Kota Padangsdimpuan TPA tersebut bisa digunakan.

“Kalau kita mengharapkan anggaran dari kota aja sampai kapanpun enggak kan siap itu, jadi solusinya kita minta dana bantuan dari pusat dengan menyiapkan dokumen – dokumen pendukung dan di tahun 2023 Insyaallah kita udah bisa membuang sampah disitu,” harap Faizal mengakhiri wawancara. (Mahmud Nasution)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jangan Lewatkan