Diduga Akibat Saling Senggolan, Pengunjung di THM Kota Medan Terlibat Baku Hantam !

Lintas SUMUT618 kali dibaca

Lintas10.com, Medan – Diduga dipicu akibat saling senggol sesama antara pengunjung di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di Jalan Putri Hijau Kota Medan, sejumlah pengunjung terlibat baku hantam

Informasi dihimpun, berawal dari oknum TNI berinisial Prada D ribut dengan DM dilokasi tempat hiburan malam gegara senggolan, berlanjut hingga pada Minggu dini hari di dekat Bundaran tugu SIB sekitar pukul 04.00 WIB, Prada D  CS diduga memukul DM

Usai melakukan pemukulan Prada D dan CS melarikan diri ke daerah Jalan Sekip. Namun sayangnya Prada D diduga malah dipukuli oleh warga.

Atas peristiwa tersebut, sebanyak 20 orang tidak dikenal (OTK) sekitar pukul 09.00 WIB (4/8) pagi mendatangi rumah DM yang beralamat di Jalan Orde Baru lingkungan 5 kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat Kota Medan.

Informasi yang beredar kedatangan sejumlah OTK ini terkait peristiwa penganiayaan yang dialami oleh oknum anggota TNI yang bertugas di salah satu batalyon di kawasan Binjai bernama “Prada D”.

Prada D, dikabarkan mengalami luka-luka dibagian tubuh dan kepala akibat penganiayaan  tersebut yang dilakukan oleh sekelompok orang di Jalan Sekip kelurahan Sekip kecamatan Medan Petisah sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (4/8).

Edu Manurung, orangtua DM mengaku terkejut saat pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB rumahnya didatangi sekitar 20 lebih orang yang tidak dikenal dan dengan cara paksa masuk dan merusak pagar serta mengacak-acak seluruh barang yang ada di dalam rumah.

” Pada saat kejadian saya mengambil laundry, mereka datang mengaku dari kepolisian untuk mencari anak saya DM. Mereka merusak pintu kamar, dan barang elektronik seperti televisi yang ada di rumah dan barang barang lainnya. Anak saya diseret dari lantai dua “digulung” dianiaya sampai menjerit minta – minta tolong ” ujar Edu Manurung.

Baca Juga:  Tindakan Apri Budi Melaporkan Media Kepolda Sumut dianggap Melampaui Batasan Kewenangan Ketua Golkar Sumut

Diakui Edu Manurung lagi, pada pagi hari dia sempat menanyakan anaknya yang pulang dengan kondisi kepala di perban.

” Saat anak saya DM pulang, kami sempat menanyakan ‘ kenapa kepala mu itu nak, tadi aku berantam, ” kata DM yang kemudian menuju kamarnya untuk beristirahat.

Edu Manurung mengatakan lagi, bahwa anaknya tidak ada keterlibatan anggota Genk Motor (Gemot) sebagaimana dalam informasi yang beredar. Atas peristiwa yang menimpa anaknya tersebut, Edu mengaku sudah melapor ke Polrestabes Medan terkait pengerusakan dan juga kehilangan uang serta kerusakan barang barang yang terjadi saat OTK masuk dengan paksa masuk ke dalam rumahnya.

Dilain sisi, Kepala Lingkungan 5 Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Nursidah Hutasoit saat dihubungi awak media membenarkan adanya sekitar 20 OTK yang mendatangi rumah Edu Manurung. Nursidah juga mengaku melihat DM dibawa puluhan pemuda namun tidak mengetahui akan dibawa kemana.

” Waktu itu saya dapat informasi adanya sejumlah 20 orang yang membawa si DM tapi tidak tahu kemana. Dan saya juga dilarang saat memfoto dan merekam video kejadian itu.

TKP saya tidak melihat. Kedua orangtua Doly Manurung juga ada dirumahnya saat itu, “sebutnya kepada wartawan.

Kepling 5 ini juga melanjutkan bahwa sekitar pukul 17.30 WIB, dari kepolisian Polrestabes Medan sudah mendatangi rumah DM dan diberi police line.

Sementara Itu, Versi Berbeda Disampaikan Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian dalam siaran tertulisnya

Kronologis kejadian :

Pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2024 dinihari pukul 03.00 WIB, 9 anggota makan di angkringan di Simpang SIB, Petisah Medan.

Pukul 03.20 WIB, tiba-tiba anggota Genk Motor SL IPK (Simple Life IPK) berjumlah ± 20 orang datang menggunakan 2 mobil dan beberapa sepeda motor. Mereka datang dalam kondisi mabuk dan langsung menuduh ke 9 anggota tersebut adalah musuh mereka.

Baca Juga:  Pandangan Tokoh Adat Nias, Mengenai Penggrebekan Wakil Ketua DPRD Nias Utara Dalam Kamar Hotel, Tak Etis Bukan Suami Istri Berada di Kamar Hotel

Genk motor tersebut langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam. Kemudian mereka kabur dari lokasi angkringan tersebut.

Saat kejadian 1 orang personel raider 100, mengalami luka bacok akibat senjata tajam yang dibawa oleh genk motor tersebut atas nama Prd DK.

Setelah kejadian, beberapa identitas pelaku sudah diketahui dan 1 orang pelaku sudah diamankan dari rumah yang bersangkutan atas inisial nama DM. Sedangkan pelaku lainnya sedang dilakukan pengejaran oleh Polrestabes Medan & Tni.

Menurut Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian permasalahan sudah diserahkan ke pihak Polrestabes Medan. Inisial DM sudah diserahkan juga ke pihak kepolisian. (Rd/Ly).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses