oleh

Bambang Purwanto S.ST, MH Minta Pemerintah Antisipasi KARHUTLA di KOBAR

Last Updated: 09 Nov 2019

Kotawaringin Barat lintas10.com-Kebakaran hutan dan lahan selalu saja terjadi setiap tahunnya dengan skala yang tentu sangat besar.

Kerugian yang ditimbulkan sangat berefek domino, bukan saja untuk kesehatan masyarakat diwilayah terjadinya karhutla juga merambah jauh ke wilayah lain bahkan sampai ke luar negeri.

Kerugian lain juga terjadi, baik untuk dunia penerbangan juga kegiatan ekonomi yang jumlahnya sangat besar.

Untuk itulah Bambang Purwanto, S. ST, MH, Politisi Partai Demokrat yang duduk menjadi Anggota DPRRI dari Komisi IV bersama rombongan dari Jakarta bersama 16 Anggota rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke Propinsi Kalimantan Tengah, tanggal 8 sampai 10 November 2019.

Bambang Purwanto yang mantan Bupati Kotawaringin Barat, tentu memiliki pengalaman sangat mumpuni dalam mengelola pemerintahan dan telah berhadapan langsung dengan masyarakat.

Penanganan dalam mengatasi karhutla tentu sangat komplek, apalagi kalau sudah menyangkut budaya masyarakat yang sudah turun temurun dalam pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan masyarakat.

Sangat perlu diperhatikan, secara ilmiah, kondisi lahan yang berada di Kalimantan memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sehingga dengan kearifan lokal yang sudah turun temurun tersebut, dengan cara membakar lahan, residu dari pembakaran lahan tersebut gunanya untuk mengurangi tingkat keasaman tanah dan lahan yang telah dibakar memiliki tambahan energi untuk keperluan pupuk alami yang diperlukan untuk pertanian dan perkebunan masyarakat.

Akan tetapi hal tersebut dilakukan hanya untuk jangka waktu yang sangat pendek dan setelah dilakukan penanaman, maka pupuk alami berupa residu pembaran akan habis hanya untuk sekali masa tanam, setelah itu harus berpindah tempat atau memperluas lahan dengan cara menebas dan menebang pohon yang berada diluar sekitar lahan yang sudah digarap.

Perlu diketahui, bahwa sebetulnya masyarakat tidak menolak perubahan, asal pemerintah tidak setengah-setengah melakukan pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Ada banyak lahan yang masyarakat dapat ditempatkan untuk bertani dan berkebun menetap, seperti pembukaan lahan yang tersedia irigasi yang baik sesuai dengan kapasitas yang diperlukan sehingga masyarakat dapat diberikan ruang yang tepat untuk mengelola lahan yang tidak lagi berpindah-pindah dengan cara menebang pohon-pohon yang memiliki nilai kelestarian lingkungan yang tinggi.

Penyediaan beragam jenis pupuk yang berkualitas sesuai dengan karakteristik tanah yang akan digarap dengan cara berkesinambunangan, bukan pada saat diperlukan, pupuk menghilang dari peredaran, kalaupun ada harganya dirasakan masyarakat sangat mahal sehingga menurunkan semangat masyarakat untuk bertahan apalagi untuk berkembang.

Disinilah peran pemerintah harus hadir untuk mendampingi masyarakat, bukan hanya bersuara akan tetapi melakukan tindakan nyata di masyarakat agar masyarakat merasakan bahwa kebutuhan perubahan dalam hal bertani dan berkebun yang masyarakat perlukan selalu tersedia, baik personil pembimbing yang memiliki keahlian di bidangnya, penyediaan berbagai bibit unggul yang akan dibudidayakan masyarakat secara berkelanjutan sehingga diperoleh hasil yang maksimal, juga modernisasi peralatan pertanian bukan hanya sekedar untuk menunjang keperluan masyarakat akan tetapi menjadi kebutuhan utama yang harus siap guna dan siap manfaat setiap saan termasuk tenaga mekanik pendamping dengan pemeliharaan peralatan yang tersistematik, sehingga tidak terhenti dalam keberlanjutan kegiatannya.

Diharapkan dengan berbagai tawaran solusi yang telah disampaikan tersebut, Bambang Purwanto, S. ST, MH pihaknya akan terus mendorong agar pemerintahpun semakin bergerak cepat dalam mendampingi masyarakat dalam hal penanganan dan mengatasi karhutla agar bencana kabut asap dapat diminimalkan dari waktu ke waktu.(AT)

Komentar

Jangan Lewatkan