SUDINHUB Jakbar Razia Kendaraan Parkir Tidak Pada Tempatnya

Lintas Jabodetabek436 kali dibaca

JAKARTA, LINTS10.COM-Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Barat tidak henti-hentinya melakukan razia dan derek langsung bagi kendaraan yang tidak mengindahkan peraturan tentang perparkiran dan khususnya di wilayah Jakarta Barat. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu, sebanyak 10 mobil pribadi diderek aparat Sudin Perhubungan Jakarta Barat di dua lokasi, yakni Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng dan Kedoya Selatan Kecamatan Kebon Jeruk.

“Mobil diderek karena diparkir tidak pada tempatnya atau liar,” tegas Muhatim, Dan Unit Tindak Sektor III, Sudin Perhubungan Kota Adm Jakarta Barat.

Menurut Muhatim, selain temuan langsung oleh petugas Sudinhub adanya kendaraan yang tidak mentaati peratuan perparkiran ,juga mendapatkan atau men erima laporan pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi QLUE perihal banyak mobil yang parkir sembarangan di bahu jalan.

“Kita terima juga pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi Qlue, dan kita langsung menindaklanjuti pengaduan tersebut. Kondisi parkir tersebut sangat dikeluhkan oleh masyarakat dan tentunya menambah macet lalu lintas, apalagi pada jam-jam sibuk,” tambah Muhatim.

Muhatim mencontohkan, saat menerima pengaduan dari masyarakat, Aparat Sudinhub Jakarta Barat langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tujuh mobil derek yang disebar di sejumlah ruas jalan, seperti sekitar Apartemen City Park, Cengkareng Timur dan Jalan Raya Panjang, Kedoya Selatan.

“Hasilnya, aparat menderek 10 mobil yang diparkir sembarangan. Oleh karena itu, kami mengimbau agar pengguna jalan mematuhi rambu lalu lintas dan dilarang parkir di bahu jalan atau trotoar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sebelum penindakan pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait zona parkir. Sosialisasi dilakukan berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan kelurahan setempat. Termasuk memasang sejumlah rambu larangan parkir pada sejumlah ruas jalan di Jakarta Barat.

Baca Juga:  Operasi Teritorial TNI Bantu Mayarakat Terdampak Bencana

Secara terpisah saat kunjungan Plt Gubernur Prov DKI Jakarta, Soni Sumarsono ke Terminal Raya Buaya Jakarta Barat beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa Dinas Perhubungan Prov DKI Jakarta akan mengandangkan bus hasil razia pada terminal bayangan di Terminal Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kadis Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Ardiansyah saat mendampingi Plt Gubernur Prov DKI Jakarta ke Terminal Rawa Buaya Jakbar mengatakan, sejak beroperasinya terminal bus Pulo Gebang maka hasil operasi bus pada terminal bayangan yang ada di wilayah Jakarta akan dikandangkan di Terminal Rawa Buaya.

“Terminal Rawa Buaya memiliki areal lahan yang cukup luas, yakni 10,2 hektare. Ini cukup untuk mengandangkan bus-bus pada terminal bayangan,” kata Kadishub seraya menambahkan, sejak beroperasinya terminal Bus Pulo Gebang ,Jakarta Timjur, Pemprov DKI menutup semua terminal bayangan, tak terkecuali di sekitar terminal Rawamangun. Sehingga tiketing nantinya bisa dilakukan di Terminal Pulo Gebang.

Seperti diketahui, Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono, meminta semua terminal bayangan di Jakarta ditutup terhitung 28 Januari 2017. Jika ada bus yang menaikan atau menurunkan penumpang di terminal bayangan, maka Dinas Perhubungan DKI akan mencabut perizinan PO bus tersebut.

Nantinya, aktivitas penumpang bus AKAP dialihkan ke Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur dan diharapkan kemacetan akibat terminal bayangan juga bisa berkurang.

“Sampai batas waktu terakhir, kami merazia sebanyak 176 bus yang masih beroperasi di terminal bayangan,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Solimin mengatakan, kondisi terminal Rawa Buaya yang dibawah pengelolaan Dinas Perhubungan sudah sangat kumuh, dan tidak beraturan, apalagi adanya terminal Rawa Buaya dan juga digunakan parkir untuk kendaraan yang kena razia, dan menjadi kantor Sudin Perhubungan Jakarta Barat. Oleh karena , kata Solimin yang juga pengguna jasa angkutan bus menuju ke Jawa atau pulang kampung, dikhawatirkan adanya binatang liar seperti ular yang bisa menyusup ke dalam kendaraan yang bisa membahayakan penumpang.

Baca Juga:  Kasum TNI Hadiri Video Conference di Mabes Polri

“Kami warga meminta pemerintah DKI Jakarta agar terminal Raya Buaya segera dibenahi seperti terminal bus lainnya yang ada di Jakarta. Jangan dijadikan seperti tempat pembuangan besi rongsokan yang seenaknya mengandangkan bus di Terminal Rawa Buaya tanpa memerhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan. Kami juga manusia,” tegas Solimin seraya menambahkan bahwa di terminal Rawa Buaya Jakbar ada terminal angkot dalam kota, dan untuk bus AKAP.
(Ebenezer Sihotang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses