oleh

Proyek Tanpa Papan Plang ini Kata Laskar Merah Putih Lampung Timur

-lintas Daerah-303 kali dibaca

Lampung Timur, lintas10.com- Maraknya proses pelaksanaan pekerjaan di dominasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, lantaran perusahaan mayoritas di kuasakan atau di sewa, oknum-oknum pelaksana proyek, baik jalan ataupun gedung, faktanya saat ini, kualitas pembangunanya jauh dari harapan

Itu lantaran tidak ada pengetahuan dari para oknum-oknum sebagai pelaksana proyek pekerjaan pembangunan, baik jalan maupun gedung, karenanya, salah satu organisasi masyarakat Kabupaten Lampung Timur meminta Bupati untuk menghentikan proses pelaksanaan tersebut.

Dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Lampung Timur menemukan indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), karena dalam RAB proyek tidak ada anggaran sewa perusahaan.

“Karena ada sewa perusahaan maka berdampak pada pengurangan mutu dan kualitas proyek,” ujar Amir Faisol Ketua LMP Marcab Lampung Timur. Sabtu (28/11/21).

Salah satu contoh temuan tim LMP Lampung Timur yaitu proyek peningkatan jalan di Kebon damar Kecamatan Mataram Baru, senilai 1,2 Milyar, dari hasil pantauan dan temuan bahwa pelaksana atau pemenang tender tidak melaksanakan pekerjaan sesuai tahapan.

“Masa kontrak sudah hampir habis, material baru masuk kemarin Rabu 23/11/21, inikan salah satu tidak mampunya pelaksananya, tidak ada papan informasi, pelaksaanya juga tidak ada pemberitahuan kepada Camat setempat, anehnya, semua itu juga didukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab, PU seoalah tidak peduli dengan itu,” tegas Amir Faisol.

Karenanya, LMP Marcab Kabupaten Lampung Timur kedepanya nanti akan bersama-sama dengan elemen masyarakat peduli Lampung Timur untuk menindak lanjuti kepada Aparat Penegak Hukum, atas semrautnya dan indikasi KKN dalam pelaksanaan proyek di Kabupaten Lampung Timur.(*/Rbs)

Baca Juga:  12 Hari, Satres Narkoba Ungkap 34 Kasus dan 44 Tersangka
baner


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.