Padangsidimpuan, lintas10.com-
Pada tanggal 10 Agustus setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Veteran Nasional. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang jasa-jasa para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya para pejuang yang masih hidup. Salah satunya ketika gencatan senjata 10 Agustus 1949 setelah para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia melawan Belanda.
Momentum hari peringatan ini pun telah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Hari Veteran Nasional. Saat ini, hanya terdapat satu organisasi resmi yang menaungi para Veteran Nasional Indonesia yang dinamakan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Sementara itu yang menjadi masalah penting dalam momen peringatan Hari Veteran Nasional yaitu masalah kesejahteraan pejuang kemerdekaan Republik Indonesa salah satunya kesejahteraan hidup layak di usia senja dan disisa usia yang tidak lagi prima dalam mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik. Kondisi ini mulai memprihatinkan, salahsatunya kesejahteraan veteran yang ada di kota Padangsidimpuan.
Salahsatu anggota badan pertimbangan Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI) cabang Padangsidimpuan yang menjadi Veteran Pembela, H. Rubingan (76) kepada lintas10.com Ia megatakan, bahwa masalah kesejahteraan veteran di kota Padangsidimpuan ini masih kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kota Padangsidimpuan.
“Kalau boleh jujur terkait masalah kejahteraan veteran masih kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kota Padangsidimpuan, kalau untuk masalah kesejateraan veteran ini kita janganlah seperti pengemis meminta – minta agar diperhatikan, seharusnya ada kesadaran sendiri dari pemerintah” ungkap Rubingan Senin, (10/8/2020) ketika ditemui di kantor LVRI di jalan. Mawar Kec. Padangsidimpuan Selatan.
Tidak itu saja Rubingan mangungkapkan, selain masalah kesejahteraan veteran tidak mendapatkan perhatian, masalah kegiatan pun sering para pejuang ini selalu terbelakangkan, salahsatunya masalah kegiatan veteran seperti peringatan hari jadi veteran, pemerintah kota Padangsidimpuan sangat kurang memperhatikan.
“Kalau masalah perhatian kepada veteran biasanya pemerintah memberikan pas momen hari kemerdekaan sama hari pahlawan saja” sebutnya.
Adapun bentuk perhatian yang diberikan pemerintah itu hanya sekedar memberikan taliasih atau cenderamata biasanya diberikan dua kali dalam setahun, yaitu saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dan memperingati hari pahlawan nasional. Ucapnya.
Ia juga menyebutkan kalau jumlah veteran saat ini di kota Padangsidimpuan hanya tinggal 20 orang dan Untuk di Kab. Tapanuli Selatan sebanyak 10 orang lagi dan sudah banyak yang meninggal dunia.
Rubingan mengatakan mereka yang sudah wafat bukan lagi pejuang namanya tetapi sudah menjadi pahlawan, sementara mereka yang masih hidup ini tetap disebut pejuang, yakni melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.
“Saya hanya bisa berharap kepada pemerintah kota Padangsidimpuan supaya lebih memperhatikan nasib para veteran ini dengan memberikan perhatian secara nyata kepada kami para veteran ini, salahsatunya meningkatkan kesejahteraan para veteran” ungkap Rubingan.
Menanggapi Hari Veteran Nasional, ketua Pemuda Panca Marga (PPM – LVRI) Okto Panda Tambusai yang juga merupakan organisasi anak, cucu dan keturunan veteran ini, menyebutkan bahawa kesejahteraan veteran seharusnya sudah menjadi perhatian khusus dari pemerintah, hal ini Ia katakan demi menghargai jasa – jasa para pejuang bangsa dahulu.
“Sudah seharusnya pemerintah mensejahterakan para veteran, perjuang bangsa yang masih hidup ini, kita tau veteran ini tambah tahun tambah berkurang bukannya tambah tumbuh”
“Jadi kita minta tolonglah sama pemerintah agar nasib orang tua kita para veteran ini diperhatikanlah kesejahteraan hidupnya, kalau mereka tidak diperhatikan itu sama saja melupakan sejarah” Tegasnya. (Mahmud Nasution)








