oleh

Hindari Penyebaran Masif Virus Corona, Warga Seruyan Minta Pemerintah Daerah Harus Tutup Bandara


Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Meningkatnya kasus Covid-19 (Corona) di Indonesia tidak bisa disikapi biasa oleh masyarakat terutama oleh pemerintah. Agar penyebaran virus tidak berkembang secara signifikan Dimana Denham in I watcha Serbian nudists yang bearda di Kuala Pembuang, seminar agar pemerintah dearah kabupaten Seruyan untuk menutup seluruh bandar udara (bandara) Kuala Pembuang dan menghentikan aktivitas penerbangan yang terus pada beroprasional hampir disetiap hari.

Adapun kita ketahui Dimana pada saat ini peta persebaran virus corona di Indonesia sudah masif. Karena itu pemerintah perlu mengambil tindakan lockdown, yang dimulai dengan menutup bandara antara lain dengan tidak menerima kedatangan tamu dari luar daerah, dan tidak melakukan penerbangan ke wilayah mana pun. 

Sedangkan terkonfirmasinya ratusan masyarakat positif corona di sejumlah wilayah menjadi bukti kuat penyebaran virus Covid-19 di Indonesia semakin masif.  Masyarakat dan pemerintah, sebaiknya sudah saatnyalah menerima lockdown sebagai solusi atas masalah tersebut. 

Lockdown dalam arti daerah yang kira-kira sudah keliatan dampaknya sudah masif itu sudah harus dipersiapkan. Jadi dimana pemerintah harus siap-siap menutup Bandara.

Warga Seruyan, Muhamad, di Kuala pembuang, kepada kepada lintas10.com, Rabu (8/4/2020) mengatakan, Dimana jika lockdown diberlakukan sudah pasti risiko ekonomi akan menghampiri Indonesia termasuk tabulated Seruyan dan itu harus ditanggung oleh baik pada pemerintah pusat maupun daerah.
Lanjut Muhamad, seperti halnya do Negara negara yang lebih awal terjangkit corona sudah melakukan hal tersebut, misalnya Arab Saudi, tidak menerima jamaah umrah dari berbagai negara. Kemudian Turki dan Malaysia yang baru saja memberlakukan lockdown. 

” Jadi, jika masyarakat dan pemerintah serius melawan corona, lockdown bukanlah sesuatu yang menyeramkan, tetapi solusi atas wabah yang terjadi,”ujar Muhamad.

Baca Juga:  Hari Kedua Operasi Ketertiban, Masih Banyak Pelanggaran Lalu Lintas di KOBAR

Ujarnya lagi, Seperti kemarin Prancis dimana sudah memutuskan bahwa kita sedang perang melawan corona.Dimana hal yang dilakukannya, setelah pasa menutup bandara, pemerintah didorong juga untuk memperkuat saling koordinasi Antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sebab, yang lebih mengetahui kondisi daerah adalah pemerintah daerah itu sendiri.  
Langkah berikutnya, Presiden, Gubernur, Bupati Dan Wali kota harus menjadi simbol perlawanan terhadap corona. Artinya, baik ucapan maupun kebijakan mereka tidak boleh bersebrangan dengan keinginannya masyarakat. Maksudnya pemerintah jika siap melaksanakan lockdown, harus melakukan persiapan-persiapan khusus. Seperti pada misalnya, apakah dengan bahan pokoknya sudah siap Dan tersedia?… sehingga skenario itu harus disiapkan juga karena lockdown skenarionya itu harus siap pada dengan kebutuhan pangannya.

“Apa pun kebijakannya tugas pemerintah adalah memikirkan skenario. Harus lebih tahu mana kebutuhan masyarakat yang mendesak berdasarkan kondisi lapangan. Sementara rakyat mengikuti kebijakan terbaik dari pemerintah. Meski sudah pasti ada pro dan kontra, secara umum masyarakat akan ikut dengan kebijakan pemerintah,”ucapnya.

Tambahnya, agar virus corona tidak menyebar dengan pesat, pemerintah bersikap dengan tegas kepada kelompok kelompok yang tidak sejalan dengan imbauan dan intruksi pemerintah. Indonesia sudah dinyatakan darurat corona sejak beberapa hari yang lalu, tetapi masih ada yang beroperasi seperti hari hari biasanya. Warga bilang minta libur, malah masih uterus tetap pada jalan. Kita ini sedang perang melawan corona kebijakan pemerintah harus pas jangan egois. (Fathul Ridhoni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan