Deli Serdang, lintas10.com- Tak henti-hentinya kemerdekaan Pers kembali terciderai, kali ini tindakan “Intimidasi” dialami 2 orang wartawan online dan media cetak yang terjadi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Deli Serdang yang berada dikomplek pusat pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (02/09/2020).
Dua orang Wartawan yang sedang melaksanakan sesi wawancara kepada Sekretaris DPMD Drs Sahlan terpaksa berhenti karena ada puluhan pegawai DPMD meng “Intimidasi” 2 orang wartawan secara tiba-tiba oleh oknum pegawai DPMD Kabupaten Deli Serdang di ruangan Aula DPMD sekira pukul 11:40 Wib.
Awal terjadinya tindakan intimidasi kepada Wartawan adalah sekira pukul 10:30 wib wartawan mendatangi kantor Dinas PMD, didapati tidak ada pegawai yang sedang bertugas di lobby kantor dan ruangan sekretaris kosong dalam keadaan terkunci lalu wartawan sempat mengketok-ketoknya, karena pegawai di lobby tak ada pintu ruangan sekretaris kosong karena itu ruangan counter pegawai difoto, dikirimkan kepada Kepala Dinas PMD Drs Citra Effendi Capah melalui WhatsApp guna memberitahukan bahwa tidak ada pegawai dikantornya tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas PMD sudah mengarahkan kepada wartawan untuk menemui sekretaris DPMD karena dirinya sedang diluar kantor sehingga wartawan dipersilahkan menemui sekretaris PMD dalam sesi wawancara perihal hasil mediasi Camat Hamparan Perak.
Selanjutnya, ketika kedua wartawan online dan media cetak tersebut melakukan wawancara diruang aula DPMD dengan Sekretaris Drs Sahlan, secara tiba-tiba puluhan oknum pegawai DPMD mendatangi ruang aula sembari marah-marah, sontak wartawan yang sedang wawancara dengan Sekretaris kaget dan tak disangka wartawan yang sedang wawancara tersebut diintimidasi, dibentak-bentak sambil membanting kursi serta memukul meja diruangan aula tersebut.
Ditanyakan kenapa marah-marah dan mengintimidasi wartawan, disampaikan bahwa wartawan dituduh telah melaporkan pegawai tidak ada dikantor, padahal itu tak ada terjadi dan yang benar adalah yang kosong itu ruangan sekretaris dan ruagan lobby counter kantor DPMD.
Dari penuturan oknum pegawai tersebut mereka telah dimarahi oleh atasannya yaitu Kepala Dinas PMD karena Drs Citra Effendi Capah karena menerima informasi tidak ada pegawai dikantornya, sementara yang dimaksud adalah tidak ada sekretaris DPMD diruanganya dan di counter lobby.
“Aku dimarahi dan aku tak terima dimarahi dan dimaki-maki Kadis,” Ujar TM Yahya sambil banting kursi dihadapan wartawan.
“Sempat Bupati tau kan bahaya,” Ucap pegawai lainnya secara ramai-ramai.
Lebih ironis sekretaris PMD Drs Sahlan juga ikut-ikutan marah-marah kepada kedua wartawan, padahal ia sebagai objek atau sumber sesi wawancara semestinya tidak patut ikut marah dan terkesan terlalu membela pegawai yang jelas-jelas sudah mengintimidasi wartawan, olehnya ia mesti bertindak untuk menengahi dan menyuruh pegawainya keluar karena sesi wawancara tersebut belum selesai dilaksanakan.
“Aku keberatan ruanganku kosong di foto, untuk apa dan ngapain foto-foto ruangan,” Ujar Drs Sahlan sembari menunjuk-nunjuk wartawan. (BTM)








