Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Dalami Dugaan Pencemaran Perairan Laut Belawan !

Lintas SUMUT1,111 kali dibaca

Lintas10.com, Medan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalami dugaan pencemaran perairan pelabuhan belawan pasca kapal pengangkut Marine Fuel Oil (MFO) di Dermaga 203 Regional I Pelindo Belawan nyaris tenggelam dan muatan kapal tumpah hingga air di tepian dermaga berubah menghitam.

Dalam keterangannya, Kabid DLH Sumut Akmal Syahputra menuturkan telah turun ke lokasi dan mengambil sample di empat titik. Menurutnya, pihak mereka akan membawa sample air yang diduga tercemar tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.

” Kita baru mendapat kabar tersebut kemarin, jadi hari ini kita turun kelokasi untuk mengambil sample untuk diuji ke Lab ” ujar Akmal Syahputra menjawab Lintas10.com, Rabu (17/01/2023).

Tambahnya, pihaknya akan memberitahukan hasil LAB tujuh hari kedepan kata dia.

Dilain sisi, informasi yang diterima oleh kru awak media dari narasumber yang meminta namanya agar dirahasiakan mengatakan bahwa kapal SBHM-1 milik rekanan Pertamina itu yakni PT Munasindo Mandiri Sejahtera diduga kelebihan muatan, kapal hanya mampu dengan muatan kapasitas 250 Ton namun diisi muatan 400 Ton lebih hingga mengakibatkan kapal karam.

Narasumber menambahkan, bahwa PT Munasindo Mandiri Sejahtera tercatat di Pertamina sebagai Transportir namun faktanya dilapangan diduga PT Munasindo Mandiri Sejahtera ikut andil menjual BBM yang diduga ilegal ke kapal – kapal yang ada di dermaga pelindo.

” Itu informasinya pihak pertamina mengakui bahwa PT Munasindo Mandiri Sejahtera sebagai transportir, namun dilokasi supir tangki mengatakan menjemput BBM ke Pertamina dan menjual ke kapal – kapal” beber sumber.

Keterangan lainnya yang berhasil dihimpun dari KSOP Humas Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Belawan mengatakan selama penanganan kapal muatan MFO atau minyak hitam yang tumpah ke perairan laut mengatakan tidak menemukan kelalaian atas peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Bandar Judi Darat Masih Leluasa Menjalankan Bisnis Ilegalnya di Medan Utara, LSM PKR : Kita Akan Serahkan Data Ke Mabes Polri !

“Tidak ada kelalaian. Murni musibah aja” kata Ifan lewat pesan tertulis menjawab kru awak media.

Tentu saja informasi yang diberikan oleh KSOP Humas Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Belawan sedikit berbeda dengan informasi dilapangan.

Dikonfirmasi terpisah pemilik PT Munasindo Mandiri Sejahtera HJ Usni dalam sambungan kontak 0853 – 7154 – XXXX, mengatakan akan menghubungi kembali.

Melalui orang yang mengaku suruhan HJ Usni yang juga mengaku dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Belawan sekaligus mengaku Humas PT Munasindo Mandiri Sejahtera, sekaligus mengaku oknum wartawan senior bernama Budiyanto dinilai mencoba meredam awak media untuk tidak melanjutkan pemberitaan tentang kapal SBHM-1 yang nyaris karam dan tumpah diperairan belawan.

” Itu berita tiga hari yang lalu udah selesai, udah diambil KSOP. Darimana sumbernya, sudah gak ada lagi itu, itu seminggu yang lalu, kalau bisa kita bicara duduk bareng. Aku humas PT Munasindo Mandiri Sejahtera” kata dia.

Disinggung terkait kapal masih dilokasi dan belum diangkat yang dinilai mengganggu kapal yang bersandar hingga merugikan Pelindo yang nota bene perusahaan milik negara.

Menjawab itu, Budiyanto yang rangkap sebagai wartawan itu mengatakan informasi tersebut salah. Itu lokasi sudah diboking dan kerugian negara (pelindo) itu kami tanggung. Itu ada kebocoran, sudah dikurung minyak – minyak yang tumpah kata dia.

Budiyanto juga mengatakan terkait mobil tangki dilokasi yang tidak memiliki logo pertamina bahwasanya resmi dan mengambil minyak ke pertamina secara resmi dan dijual ke kapal ujar Budiyanto.

“Apalah gunanya diberitakan itu, lebih lama saya jadi wartawan dari abang. Sudah biasanya itu wartawan ditempatkan sebagai humas diperusahaan tertentu ” kilah Budiyanto lagi.

Cari nama Budiyanto dibelawan biar tau bang katanya lagi mengakhiri. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses