Penanganan wabah COVID-19 Maksimal Kotawaringin Barat Semakin Membaik

Lintas Kab.Kapuas328 kali dibaca

KOTAWARINGIN BARAT, lintas10.com – Setelah DH yang telah dinyatakan sembuh dan kini sudah berada di rumahnya di Desa Pandu Senjaya, Sabtu (25/04) kemarin. Kini disusul oleh JR dari Desa Purbasari dan kini sudah berada di rumahnya, Minggu (26/04/2020).

Dijelaskan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr.Fachrudin bahwa pasien JR masuk RSUD pada Tanggal 4 April 2020 dan langsung dilakukan Tes PCR sebanyak 2 kali dan hasilnya positif, dan pada hari ke 14, sesui dengan pedoman Covid-19, dilakukan evaluasi untuk memastikan kesembuhan JR, yakni Tanggal 15 April 2020 dilakukan Tes PCR dan didapatkan informasi pada Tanggal 22 April 2020 hasilnya negatif.

“Kemudian dilanjutkan lagi dengan evaluasi Tes PCR kedua pada hari ke17 pada Tanggal 24 April 2020 dan tetap hasilnya negatif, maka JR dinyatakan sembuh dari Covid-19,” jelas dr.Fachrudin.

Kondisi terbaru terkait perkembangan Covid-19 ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Achmad Rois dan Direktur Rumah Sakit umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr.Fachrudin, Minggu (26/04) di Media Center Covid-19 pada kantor Diskominfo Kotawaringin Barat.

Dijelaskan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kotawringin Barat, bahwa saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 25 orang yang tersebar di 18 desa dan kelurahan di 5 kecamatan.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Sebanyak 2 orang di dua desa di Kecamatan Pangkalan Lada. Dan Positif sebanyak 13 orang, yang berasal 8 desa dan kelurahan, yakni Desa Lada Mandala Jaya 4 orang, Desa Purbasari 2 orang, Desa Pandu Senjaya 1 orang, Kelurahan Baru 2 orang, Desa Umpang 1 orang, Kelurahan Mendawai 1 orang, Desa Karang Sari 1 orang, dan Desa Rungun 1 orang.

Sedangkan yang sembuh sejak Tanggal 25 -26 April 2020 sebanyak 2 orang, yakni dari Desa Pandu Senjaya dan Desa Purbasari. Namun pada saat yang bersamaan, juga terdapat terkonfirmasi positif sebanyak 1 orang dari Desa Rungun.

Baca Juga:  Gubernur Sugianto Alokasikan Anggaran Aspal Jalan Dukung Program Nasional Food Estate

Melihat perkembangan saat ini, lanjut Achmad Rois, menegaskan : Pertama, perlunya melakukan pengamatan ketat dan dukungan atas pelaksanaan karantina dan isolasi mandiri yang dilakukan oleh orang kontak erat dengan pasien Covid-19 positif.

Kedua, perlunya sinergi dan kerjasama semua pihak untuk mengawal kepatuhan dan kedisplinan warga Kotawaringin Barat yang baru datang khususnya baru datang dari episentrum untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, sebagai satu kewaspadaan akan munculnya cluster lain di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ketiga, Perlunya kedisiplinan yang tinggi bagi masyarakat Kotawaringin Barat untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hindari kerumunan orang banyak dan jaga jarak, selalu pakai masker, perbanyak di rumah aja, serta selalu perbanyak berdoa demi terhentinya penularan Covid-19. (Wan/AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses