Siswa Di Seruyan Terima Tugas Dari Sekolah via WhatsApp

Lintas Kab.Kapuas411 kali dibaca

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Berdasarkan instruksi Bupati Seruyan mengenai keputusan penghentian sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah. Dan dimana tentang bahwa keputusan untuk siswa jenjang SD dan SMP ini berlaku mulai 17-28 Maret. Oleh karenanya, selama dua pekan ini sudah, para siswa diminta untuk pada dengan belajar di rumah. Sebagaimana langkah tersebut adalah untuk mencegah penularan wabah korona.

Dalam menindaklanjuti instruksi bupati tersebut, dimana pihak sekolah, yakni seperti halnya pada SDN 1 Kuala Pembuang 1, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, dimana telah menerima materi dengan melalui grup whatsapp per kelas yang diberikan kepada setiap siswa. Mulai dari kelas 1 Hingga sampai kelas 6. Materi itu sebagai bahan pembelajaran siswa selama menjalani proses home schooling. Dan nantinya wali muridlah yang berperan penuh dalam kegiatan tersebut.

Salah seorang guru pada SDN 1 Kuala Pembuang 1, kelas 1B, Yuni, kepada lintas10, Senin (30/3/2020), mengatakan, dimana untuk wali murid adalah bertugas untuk mengawasi anak mereka masing-masing. Dan Pengawasan itu berfokus pada pendidikan dan kesehatan anak selama berada di rumah tersebut. Sedangkan secara teknis, pihaknya sudah menyiapkan materi dan grup WhatsApp per kelas.

“Para peserta didik hanya perlu mengerjakan soal setiap hari. Sedangkan orang tua bertugas mengirim foto tugas anak-anak melalui grup yang sudah ditangani wali kelas masing-masing,”ujar bu yuni.

Yuni menambahkan, dimana meski dengan siswa belajar di rumah, namun para guru tetap masuk ke sekolah seperti biasanya. Sehingga, ketika ada siswa yang kesulitan dalam proses pembelajaran, pihak sekolah siap melayani wali murid, yang menanyakan tugas anaknya yang kurang dipahami.

“Jadi, kami bakal mengisi kekurangan belajar mereka via online,” ucap yuni.

Nurmalia Dewi, salah seorang wali murid pada SDN 1 Kuala Pembuang 1, kepada libtas10, senin (30/3/2020), dimana dengan mengaku, tak masalah jika siswa harus belajar di rumah. Dan Nurmalia Dewi juga optimistis anaknya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

Baca Juga:  Sosialisasi New Normal, Satlantas juga Bagikan Masker

“Anak saya bernama, Yasmin Agusthiana Nurhaliza, dia duduk di kelas 1 B pada SDN 1 Kuala Pembuang 1. Jadi, tak ada yang aneh dengan kegiatan belajar di rumah ini,”ujarnya.

Lanjut Jurnalis Dewi menuturkan, dimana anaknya diberi dengan kiriman poto tugas dari guru kelasnya melalui grup whatsapp sekolah. Lalu tinggal anak kita saja yang mengerjakan dan saya yang mengirimkan hasil tugas itu kepada gurunya kembali melalui grup WhatsApp sekolah tersebut.

Nurmalia Dewi setuju dengan keputusan belajar di rumah tersebut. Dia menilai, keputusan itu bertujuan menjaga kesehatan anak-anak dari wabah korona. Selaku orang tua, dia siap mengawasi kegiatan belajar di rumah. Juga mengawasi kesehatan anak-anaknya dengan membatasi jam bermain mereka. Dan Harapannya, wabah itu segera berakhir dan anak-anak bisa belajar dan bermain seperti biasanya. (Fathul Ridhoni).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses