SIAK, lintas10.com- Membentuk karakter yang baik merupakan hal besar yang menjadi tugas utama seorang guru sebagai seorang pendidik, bahkan merupakan PR yang belum terselesaikan.
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan menyebutkan, bahwa pendidikan Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang (1) beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, (2) berakhlak mulia, (3) sehat, (4) berilmu, (5) cakap, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) menjadi warga negara yang demokratis, dan (9) bertanggung jawab.
Berdasarkan hal itulah, Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati mulai membiasakan murid-muridnya disiplin, berakhlak yang baik dan bertanggung jawab.
“Setiap pagi, para guru menyambut anak-anak di gerbang sekolah, memberi salam dan tegur sapa, dilanjutkan doa bersama sebelum belajar, membaca Al qur’an bagi yang muslim serta shalat zhuhur berjamaah pada waktunya,” kata Winda.
Menurut Winda, pendidikan sebagai proses pembelajaran, untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang sesuatu hal yang baru. Guru diharapkan dapat memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.
“Hal itu mulai membuahkan hasil, hubungan sesama guru, guru dengan siswa serta sekolah dengan lingkungan semakin baik. Prestasi demi prestasi mulai diraih dalam bidang akademik, olah raga maupun keagamaan. Akreditasi sekolah semakin tinggi dan prestasi UN juga meningkat,” ujarnya.
Pembiasaan inilah yang harus diperhatikan dalam membangun sekolah berkarakter. Ketika menamakan sebagai sekolah berkarakter,dengan menanamkan 5 nilai utama dalam Penguatan Pendidikan Karakter yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan Integritas. maka segala yang berkaitan dengan sekolah tersebut juga harus berkarakter. Setidaknya menjaga perilaku dan lisan ketika di dalam sekolah.
Dengan sistem pendidikan yang komprehensif yang memadukan intelektualitas, spiritualitas, dan kematangan emosi itu, tak mengherankan jika sekolah ini banyak mencetak siswa berprestasi. Salah satu prestasinya adalah juara harapan I dalam ajang pencarian peneliti muda tingkat ASEAN dan termasuk sekolah Adiwiyata Nasional.
Selain itu, menjadi sekolah model percontohan di kabupaten Siak, sekolah yang berhasil menjalin kerja sama dengan pejabat pendidikan Laut Matang Malaka, dan menjadi percontohan wustho.
Sama halnya dengan itu, SMK Yamatu Tualang yang memiliki segudang prestasi, memiliki kunci sukses yaitu, kedisiplinan, kejujuran, dan rendah hati. Pendidikan karakter dilaksanakan sejak pertama kali siswa masuk sekolah.
“Kami membiasakan anak-anak harus datang ke sekolah sebelum pukul 07.00 Wib, kemudian mereka kami sambut dan disalami oleh guru piket,” ujar kepala SMK Yamatu Tualang, Mayang Murni.
Selain penerapan disipilin, siswa juga diberi berbagai pendidikan dan pelatihan pembentukan karakter, seperti sikap rendah hati dan kejujuran.
“Kami menekankan, prestasi harus dipacu setinggi mungkin, tetapi harus tetap mengutamakan kejujuran dan kerendahatian,” sebutnya.
Untuk kegiatan ekstrakurikuler kata Mayang, dilaksanakan setelah pulang sekolah dari pukul 15.00 sampai 17.00 Wib. Kegiatan eskul di SMK Yamatu terdiri dari 13 kegiatan seperti: pasus, inkado, pramuka, drumband, seni tari, kompang, rohis, bola voli, futsal, tenis meja, bulu tangkis, bola kaki dan sepak takraw.
Pihak sekolah selalu memotivasi siswa untuk berbuat yang terbaik. Bukan hanya demi diri sendiri dan sekolah, melainkan juga demi daerah dan bangsanya. Kedisiplinan menjadi kunci bagi siswa-siswi sekolah yang berdiri sejak 2002 itu untuk dapat berbuat dan meraih yang terbaik tadi.
Masih kata Mayang, SMK Yamatu adalah salah satu sekolah rujukan di Kabupaten Siak, memiliki lima jurusan yang terakreditasi. Antara lain, Administrasi Perkantoran Akreditasi A, Teknik Instalasi Tenaga Listrik Akreditasi A, Teknik Sepeda Motor Akreditasi A, Teknik Kendaraan Ringan Akreditasi A, dan Agribisnis Pembibitan Dan Kultur Jaringan Sedang Proses Akreditasi (Baru Tahun Ke Tiga).
“Kalau cerita prestasi, sekolah kami sudah tak diragukan lagi, mulai dari tingkat kabupaten, propinsi maupun tingkat nasional sudah pernah kami raih, salah satunya utusan paskibraka tingkat nasional,” pungkasnya. (Rls)








