DAIRI, LINTAS10.COM – Sepak terjang terduga bandar judi togel inisial Alex. S mampu “menjinakkan’ Polres Dairi hingga tak berkutik menjalankan aturan hukum.
Pasalnya, hingga saat ini, terduga bandar judi togel Alex. S masih leluasa menjajakan bisnis perjudiannya tanpa takut sangsi hukum yang berlaku.
Informasi dirangkum, Alex. S tidak seorang diri, ia disokong pendahulunya yang merupakan seorang oknum yang bertugas disalah satu satuan loreng berinsial nama A. Simarmata.
Alex. S juga tidak hanya mengelola perjudian togel. Ia juga dikabarkan memiliki Tempat Hiburan Malam (THM) di seputaran Jalan Ringroad di Sidikalang.
Masyarakat di Dairi mengemukakan secara terang – terangan bahwa mengenal dan mengetahui sistem yang dibangun oleh terduga bandar judi togel.
Seperti di utarakan N. Pasaribu baru – baru ini, ia mengklaim bahwa pernah menggeluti profesi yang bertentangan dengan aturan hukum itu sebelum akhirnya ia insyaf.
” Saya kenal bandarnya di Dairi, apakah polres berani nangkap? ” tantangnya kepada petugas Kepolisian setempat dikutip media ini, Jumat (31/07/2026).
Warga lainnya juga angkat suara mengenai maraknya judi togel di Kabupaten Dairi bukan lagi menjadi rahasia umum, melainkan semua masyarakat sudah mengetahui hal tersebut. Bahkan warga menuding Polres Dairi sudah terkontaminasi dengan dugaan uang sogokan sehingga sulit untuk menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
” Macam gak kalian tau siapa yang main bos, bandarnya kan tak jauh dari kantor mereka. Setorannya juga kan mereka terima. Makanya jadi bagus cipta kondisi ini ” tuding warga.
Informasi dihimpun, perjudian togel nyaris merambah keseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi ini.
Tidak hanya di Kabupaten Dairi, terduga bandar togel A. Sihombing juga merambah masuk ke Kabupaten Pakpak Bharat dan juga ke wilayah Karo seperti Merek dan Tiga Panah.
Ironisnya, aktivitas perjudian Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) ini hingga saat ini tak tersentuh oleh hukum.
Dalam hal ini, Polres Dairi dinilai gagal dan tidak mampu memberantas bisnis haram di wilayah kerjanya itu.
Mengutip ulasan seorang Pendeta bernama Crista Barita Siahaan yang bertugas di Kabupaten Dairi, mengutarakan begitu masifnya perjudian togel dan dampak negatif terhadap psikologis bagi pecandu perjudian layaknya seperti kecanduan narkotika.
Dikatakan oleh Crista bahwa pengaruh judi togel sudah membuat jarak terhadap Tuhan sang pencipta semesta alam, bahkan membuat jemaat untuk jarang beribadah karena fokus mengurusi nomor tebak angka tersebut.
” Bukan hanya judi togel…
Bahkan hari Minggu tidak ke gereja karena lalap main judi. Sudah jadi tradisi mungkin.
Kalau saya sebagai pendeta disalah satu gereja yang ada di kecamatan di Dairi yang lapor tempatnya dimana kan ngak cocok ntar dikatain apalah atau ditanggapi seperti apa. Tapi ada aparat yang sudah diajari dan dilatih untuk itu pasti bisa tau itu dimana tempat dan siapa yang menjalankannya.
Hanya sekedar info saja. Itu benaran ada, silahkan dicek lagi ” urainya.
Tambahnya, ia juga heran mengenai fenomena di tengah masyarakat belakangan ini. Entah itu hanya sekedar hiburan sebagai selingan misalnya saat maranggap atau kumpul keluarga atau memang sudah jadi kebiasaan dan bahkan sampai tidak pergi keladang atau bahkan menghabiskan uang yang dihasilkan dari ladang dimeja judi kata dia.
Crista Barita juga kerab menghimbau warga dan disampaikan melalui kotbah. Faktanya, belum pernah ada orang yang dapat membangun rumah karena judi, tapi yang menjual rumah karena judi itu banyak.
Dalam hal ini, warga jangan menggantungkan harapan pada selembar kertas togel untuk mendapatkan rejeki buat kehidupan sehari-hari, karena bandar togel tidak punya prinsip untuk memberikan keuntungan dan malah bertujuan menguras isi kantong yang mau dibodoh-bodohi dan memperkaya bandarnya saja.
Dikonfirmasi terpisah Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, melalui Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Wilson Manahan Panjaitan, akan tetapi sampai berita ini diturunkan oleh Redaksi Polres Dairi belum memberikan tanggapan resmi. (Red/Tim).























