SIMALUNGUN, LINTAS10.COM – Dugaan keterlibatan Kapolsek Pematang Silimahuta AKP Rudiansen Sipayung dalam mendukung peredaran judi togel semakin menguat pasca kontak kru media ini diblokir usai menyampaikan keluh kesah masyarakat mengenai maraknya praktik perjudian Toto Gelap (Togel) di wilayah kerjanya di Kelurahan Saribu Dolok, Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).
Berawal laporan warga bermarga Togatorop menyebutkan bahwa lingkungan mereka sudah tidak aman imbas maraknya perjudian yang sangat berdampak terhadap tatanan sosial dan ekonomi ditengah masyarakat hingga gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi terganggu.
Warga menyebutkan bahwa aktivitas yang diduga berlangsung setiap malam itu di sebuah warung tuak beratapkan tenda biru di Kampung Toba itu sangat meresahkan masyarakat setempat.
” Sama sekali tidak ada respon sampai hari ini pak, jurtul dan bandar belum ditangkap. Tukang tulisnya tepat di belakang Polsek Saribudolok. Kampung Toba Saribudolok. Kampung Pelita Saribudolok, malam gini udah beroperasi semualah tukang tulisnya itu ” sebut sumber media ini.
Mendengar keluhan masyarakat tersebut lewat pemberitaan kru media ini, Kapolsek Pematang Silimahuta, Polres Simalungun AKP Rudiansen Sipayung malah memutus komunikasi dengan cara memblokir kontak wartawan.
Alih – alih menanggapi keresahan masyarakat tersebut, AKP Rudiansen Sipayung terkesan risih mendengar warganya mengadukan maraknya gangguan Kamtibmas di wilayah kerjanya itu.
Ironisnya, tindakan yang dilakukan oleh Kapolsek Pematang Silimahuta, AKP Rudiansen Sipayung bersamaan dengan berubahnya slogan Polri dari “Presisi Polri” menjadi “Polri Bersama Masyarakat”
Tindakan AKP Rudiansen Sipayung tersebut dinilai sangat bertentangan dengan upaya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam seratus hari kerja yang mengharapkan lembaga Polri harus berubah dan melayani masyarakat tanpa harus viral terlebih dahulu.
Publik menantikan peran pengawasan dari Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menindak jajarannya yang dinilai masyarakat tidak tanggap terhadap keresahan masyarakat.
Teranyar dikatakan oleh sumber media ini, bahwa warga juga sudah kerab mengadukan persoalan keresahan warga itu langsung ke Polsek. Akan tetapi tidak pernah ada respon sama sekali kata dia.
” Kalau memang Polsek Silimakuta niat, di Kampung Toba, di Kampung Pelita itu togel merajalela kok sampai saat ini. Apalagi malam gini dia turun ke TKP pasti jelas kok, aku juga udah bosan lah pak lapor ke Polsek Silimakuta. alasannya banyak kali ” ujar sumber, Selasa (27/10/2026)
Tidak hanya itu, personil polisi yang hadir ke lokasi yang diduga sebagai sarang perjudian tersebut pada pagi hari tepatnya hari Jumat (23/10) sekitar pukul 09.00 wib, sementara aktivitas perekapan judi togel itu mulai ramai pada malam hari sebut warga.
Dalam siaran resmi Polsek Pematang Silimahuta Polres Simalungun mengklaim bahwa personil Polsek Pematang Silimahuta telah mendatangi kedai tuak yang disebutkan warga pada hari Jumat (23/10) sekitar pukul 09.00 wib ditandai dengan foto dokumentasi dilokasi. Namun hasilnya tidak ditemukan seperti yang dilaporkan oleh masyarakat.
Akan tetapi warga menyebutkan, bahwa kedatangan Polsek Pematang Silimahuta tersebut layaknya menghadiri acara kondangan acara pesta saja, bukan seperti umumnya melakukan penyelidikan. Warga menuding kehadiran polisi dilokasi bertujuan hanya untuk bahan laporan saja (ABS) “Asal Bapak Senang” serta berfoto bersama warga dilokasi.
” Nama jurtulnya kita kita ketahui, penampung hasil penjualan togel juga kita ketahui dan itu sudah menjadi rahasia umum disini. Coba saja datang diam – diam, pasti ketangkap itu ” ujar warga.
Warga berkelakar bahwa Polsek Pematang Silimahuta diduga telah menerima suap dari sang bandar sehingga tidak mampu melakukan penyelidikan secara optimal.
” Memang Polseknya kok gak jelas. Semua togel disitu beredar pak. Namanya sudah diduga disuap Polseknya ” sindir Togatorop
Senada dengan keterangan Togatorop, Mak Tiur juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya peredaran narkotika, minuman beralkohol, judi, sama – sama membuat orang kerab gelap mata untuk melakukan perbuatan pidana.
” Menurut saya benar itu, togel dan tuak di berantas karena membuat ahlak orang jadi bejat, contoh dia melakukan tindakan kriminal karena mabuk ” ujar Tiur.
Berdasarkan keterangan warga, seorang sosok pria bernama Santo Nainggolan diduga menjalankan aktivitas sebagai juru tulis (jurtul) togel di lokasi itu. Warga mengatakan pria tersebut bekerja sebagai Satpam di salah satu SD di Saribu Dolok.
Keberadaan warung tuak yang diduga menjadi tempat penulisan nomor togel itu ramai dikunjungi setiap malam. Kondisi tersebut memicu keresahan warga yang berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan aktivitas perjudian tersebut.
”Kami sangat resah. Setiap malam ramai di depan rumahnya, ada tenda biru untuk jual tuak sekaligus menjadi tempat menulis togel. Tolong ditindak,” ungkap warga marga Togatorop.
Togatorop mendesak aparat penegak hukum agar tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat. Mereka berharap praktik perju_dian tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aktivitas togel ini cukup rapi, dimana Santo Nainggolan diduga menyetor ke sang bandar yang sering dipanggil Pak Putri Purba. Kata warga, Pak Putri Purba ini menguasai wilayah Haranggaol Horisan, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.
Keluhan masyarakat ini menjadi perhatian serius karena dugaan praktik perjudian di lingkungan permukiman berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Warga berharap aparat kepolisian setempat melakukan pengecekan langsung, mengumpulkan bukti, serta memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam laporan masyarakat apabila ditemukan dasar hukum yang memadai.
”Saya berharap laporan ini menjadi pintu masuk bagi aparat untuk menelusuri aktivitas perjudian di Saribu Dolok,” pinta Togatorop.
Dilain sisi, Kapolsek Pamatang Silima Huta AKP Rudiansen Sipayung telah dikonfirmasi berulangkali mengenai adanya pengaduan masyarakat tersebut akan tetapi pucuk pimpinan di Polsek Pematang Silimahuta, Polres Simalungun tersebut memilih untuk tidak menanggapi keresahan masyarakat serta memblokir kontak wartawan. (Red/Tim)























