Nias Barat, lintas10.com– Potret buram infrastruktur jalan kembali terlihat di Kabupaten Nias Barat. Dokumentasi foto tertanggal 02 November 2026 menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, berlubang besar, tergenang air keruh, dan berlumpur tebal hingga menyebabkan kendaraan terperosok.
-Tidak hanya itu, kondisi lebih parah dialami oleh akses jalan di 5 desa di wilayah Mandrehe Barat dan Mandrehe, yakni Desa Ononamoletelu, Desa Sisobambowo, Desa Iraonogeba, Desa Iraonogambe, dan Desa Lolohia. Jalan di 5 desa tersebut yang berstatus jalan kabupaten, sudah lebih dari 5 tahun tidak tersentuh anggaran peningkatan dan kini terisolir, jauh dari kata layak dan sangat membahayakan nyawa pengendara.
Menanggapi hal tersebut, Josman Gulo, SH., CPI., CLLA., selaku masyarakat Kabupaten Nias Barat yang saat ini berdomisili di DKI Jakarta, menyatakan keprihatinan mendalam.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi jalan di kampung halaman kami. Kondisi ini jauh dari kata layak, jauh dari kata aman, dan sangat membahayakan nyawa pengendara motor. Memang statusnya jalan provinsi, tapi apakah dengan alasan itu pemerintah daerah menutup mata? Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Eliyunus Waruwu harusnya aktif menjemput bola ke Pemprov Sumut dan ke pusat,” tegas Josman Gulo.
Ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Nias Barat segera melakukan langkah konkret, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut di bawah Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, serta mengusulkan 6 ruas jalan tersebut untuk masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2027.
“Rakyat Nias Barat butuh kehadiran negara. Kami butuh jalan yang layak untuk ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jangan biarkan kami merasa menjadi warga negara kelas dua,” Katanya. (Ak)























