Polrestabes Medan diduga Tangkap Lepas 20 Orang yang Terjaring di Lokasi Perjudian Pancur Batu

Lintas SUMUT1,297 kali dibaca

Lintas10.com, Medan – Terduga dalang kerusuhan di Pancur Batu berinisial nama ESG alias Godol baru – baru ini dikabarkan mendapat perlakuan istimewa di Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara.

Pasalnya ESG dikabarkan telah dibantarkan di rumah sakit karena alasan susah buang air besar. Hal ini dibeberkan oleh narasumber media ini yang meminta namanya agar dirahasiakan.

” Iya ESG dirawat di ruangan tulip kamar 1. Dirawat oleh dokter spesialis penyakit dalam ” bebernya, Rabu (20/03/2024)

Pasca 21 orang diamankan oleh Tim gabungan Brimob Polda Sumut, Polrestabes Medan beberapa waktu lalu menimbukan tanda tanya yang besar.

Tidak hanya keistimewaan terduga dalang kerusuhan tersebut, dari 21 orang yang ditangkap dilokasi perjudian dan diduga markas peredaran narkotika sebanyak 20 orang dibebaskan dengan alasan tidak ada hubungan dengan barang bukti.

Adapun nama – nama yang dibebaskan itu berinisial nama RT, SS, S, JS, AS, M, Is, ZGS, JS, IS, JM, ES, HP, RG, RP, DS, S, DS, A, dan IB.

Hal ini diketahui dari konfrensi pers Polrestabes beberapa waktu yang lalu. Dikatakan oleh Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Jama Kita Purba bahwa 20 orang dipulangkan karena tidak ada hubungannya dengan barang bukti yang disita.

Padahal diketahui, barang bukti yang diamankan berupa senjata api, senapan angin, belasan senjata tajam, mesin judi ikan – ikan, serta alat perjudian dadu putar pada saat itu turut disita.

Lantas muncul pertanyaan ditengah – tengah publik, dari sejumlah alat bukti yang disita itu milik siapa saja? dan 20 orang lagi sedang apa dilokasi tersebut? kenapa dilepaskan begitu saja?

Patut diduga bahwa pihak Polrestabes Medan sengaja melepaskan 20 orang tersebut dikarenakan ada kaitannya dengan ESG alias Godol ( Ketua Ormas Brigsus PKN Sumut ) yang sekarang ditetapkan sebagai tersangka di polrestabes medan atas dugaan kepemilikan senjata api dan diduga juga ESG alias Godol dalang dari keributan di Pancur batu beberapa waktu yang lalu. Sepertinya ada upaya-upaya untuk memutus mata rantai dari banyaknya pelaku kerusuhan yang di Pancur batu beberapa waktu yang lalu yang sampai sekarang belum ditangkap dan masih berkeliaran.

Baca Juga:  Sempat Viral, Soal Perizinan Gereja Pantekosta Tabernakel Masih Menunggu Terbit

Narasumber media ini juga menambahkan bahwa ESG alias Godol dapat perlakuan istimewa akibat adanya pengaruh adik kandung berinisial SBJ yang diduga mempunyai pengaruh kuat di Kepolisian.

Ditempat terpisah, keterangan berbeda dilontarkan oleh penasehat hukum korban kerusuhan dipancur batu beberapa waktu yang lalu. Daniel Simbolon SH mempertanyakan kelanjutan perkara penembakan yang dilaporkan oleh kliennya itu.

“Klien saya juga tidak tau permasalahan kerusuhan. Ia sedang duduk ngopi dengan temannya diberondong peluru. Hingga saat ini belum ada kejelasan juga ” bebernya ketika ditanyai kru awak media perihal penanganan perkara yang dilaporkan di Polrestabes Medan itu.

Menurutnya, laporan kliennya Horas Parapat yang menjadi korban peristiwa bentrokan berdarah dua kelompok ormas di Kilometer 23, pada Jumat (01/03) sekira pukul 5.30 wib pagi lalu masih belum ada tindaklanjut.

Laporan korban dilaporkan di Polrestabes Medan dengan bukti tanda lapor nomor STTLP/B/ 652 / IIl /2024/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATRA UTARA.

Daniel Simbolon SH meminta Kapolrestabes Medan mengusut aktor kerusuhan yang mengakibatkan kliennya tertembak.

“Para pelaku harus segera ditangkap, karena pelakunya puluhan orang, rekaman CCTV juga ada serta beberapa nama-nama pelaku sudah disampaikan kepada pihak kepolisian. Kenapa tidak ditangkap dan kesannya sengaja dibiarkan. Ada apa dengan pihak Polrestabes Medan? ” kata Daniel Simbolon SH.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun melalui Kasatreskrim Kompol Jama Kita Purba namun sampai berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan resmi. (Tim)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses