Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Setiap Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan pengurusan izin tinggal kini harus menyertakan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
Dimana diberlakukan proses ini adalah agar pihak pemerintah daerah setempat dan imigrasi dapat mudah melakukan pemantauan aktifitas WNA di wilayahnya.
Proses ini sudah diberlakukan sejak lama, dan saat ini kembali lagi dilakukan penguatan agar kerjasama antara pihak Imigrasi dan pemerintah dapat berjalan dengan baik.
Bagi WNA yang akan perpanjangan izin tinggal, harus menyertakan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) dan pengurusan surat itu ada di Disdukcapil dimana wna tersebut berada.
Kepengurusan surat ini wajib dilakukan dan juga dapat memberikan banyak manfaat bagi pemerintah daerah.
Dengan pengurusan SKTT bagi WNA, pemerintah tentu saja dapat mengetahui jumlah WNA di wilayahnya.
Ini dapat sebagai catatan bagi instansi terkait, Jadi kita bisa mengatahui pergerakan WNA, di mana domisilinya, menyalahi aturan atau tidak.
Karena itu, pihak Imigrasi terus akan melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Disdukcapil, camat, lurah/kades, sekolah dan perusahaan yang terdapat WNA di situ.
Namun berbeda halnya dengan yang ada di wilayah kabupaten seruyan, dimana dari pihak pemerintah daerahnya, yakni melalui disdukcapilnya, tidak dengan melakukan seperti pada halnya tersebut.
Hal ini, saat dikonfirmasi lintas10.com langsung kepada kepala Disdukcapil Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan, Mansyur Ibrahim, disaat berada diruang kerja kantornya, belum lama ini, yang pada dengan mengatakan, untuk warga negara asing (WNA), pada dulu pernah ada, di perusahaan perusahaan, dan sekarang tidak ada lagi yang ngurus ngurus seperti itu. Dimana disaat itu ada dengan 9 orang WNA, tapi mungkin sudah selesai kontraknya juga, karena itu ada pada di tahun 2015 yang lalu.
“Untuk SKTT, Surat keterangan domisili atau tempat tinggal sementara, dimana diberikan kepada WNA, dengan tujuan bekerja di perusahaan itu, dan terkait hal itu ada pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) baru larinya ke kita Disdukcapil, karena Disnaker ada kaitannya dengan WNA itu,” terangnya.
Jadi tambah Mansyur, Kalau mereka ada surat keterangan atau surat ijin sementara dari pusat, maka kemudian melaporkan ke kita Disdukcapil, dan barulah dibuatkan ijin sementaranya, dan pada dengan surat penduduk sementara itu model KTP Sementara yang dikeluarkan, cuman kita ini tidak ada Permennya, Dimana selesai kontraknya, maka langsung pulanglah WNA tersebut.
“Kalau untuk warga negara asing yang datang dengan sebagai status hanya pada wisata atau kunjungan, maka tidak wajib dibikinkan SKTT, karena hanya datang dan tinggal pada bulanan saja, Sedangkan yang hanya dilayani adalah bagi WNA yang datang pada untuk bekerja dengan jangka waktu tahunan, Jadi Disdukcapil Kabupaten Seruyan hanya melayani untuk SKTT pada tenaga kerja saja, tidak untuk bagi WNA yang datang hanya sekedar pada berwisata kunjungan,”Tegasnya. (Fathul Ridhoni)



















