oleh

SDN 1 Kuala Pembuang 1 Dapatkan Renovasi Gedung Sekolah Dari Kemendikbud

Last Updated: 14 Agu 2019

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) –
Pembangunan sekolah baru dan renovasi sekolah menjadi dua hal penting yang perlu dilakukan di tanah air. Terlebih dengan pemberlakukan sistem zonasi, dua hal itu seakan dua sisi dari keping mata uang yang tak bisa dipercantik di satu sisi dan dibiarkan kusam di sisi lain.

Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan demi mempercepat pemerataan mutu pendidikan Sekolah Dasar termasuk salah satunya. 

Terkait hal itu, pembangunan secara swakelola menjadi pilihan dengan berbagai tujuan. Selain pembiayaan menjadi lebih efisien, masyarakat sekitar pun bisa dilibarkan. Akhirnya, diharapkan tumbuh rasa memiliki dari masyarakat yang ikut dilibatkan dalam pembangunan atau renovasi gedung sekolah. 

Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan anggaran pembangunan unit sekolah baru serta melakukan renovasi terhadap gedung-gedung sekolah dasar.

Melalui Direktorat Pembinaan SD bantuan sarana prasarana diluncurkanlah program pembangunan unit sekolah baru dan renovasi Sekolah Dasar Tahun 2019.

Khusus untuk tingkat Sekolah Dasar, tahun 2019 ini dimana untuk SDN 1 Kuala Pembuang 1, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mendapatkan dari Kemendikbud gelontoran anggaran sebesar Rp1 miliar lebih. Adapun alokasi tersebut terdiri atas anggaran untuk merenovasi 1 unit bangunan gedung sekolah.

Berdasar Konfirmasi kepada pihak Sekolah, yakni Ketua Panitia Pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Gedung SDN 1 Kuala Pembuang 1, yang juga sebagai guru disekolah tersebut, Purwate, Selasa (13/8/2019) mengatakan, alokasi tersebut adalah anggaran untuk renovasi pembangunan 1 unit gedung sekolah senilai Rp 1.008.460.000,-( 1 miliar lebih) yang dimana didapatkan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Dana Alokasi Kusus (Dak) Fisik Pendidikan tahun 2019 ini.

Adapun untuk proses tahap pelaksanaan pekerjaannya, Purwate, menerangkan, bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan cara Swakelola, dan untuk masa waktu pelaksanaan pekerjaannya selama 150 hari.

“Meskipun didalam proses pelaksanaan pekerjaannya ada menemui sedikit kendala, yakni dimana disaat itu sedang masa bergantinya unsur kepala sekolah, maka kontraknyapun juga berganti, dan itulah membuat kendala waktu pelaksanaan jadi sedikit mundur, namun sudah bisa diselesaikan. Dan kami juga yakin dengan para tukang ini proses pelaksanaan pekerjaan akan selesai tepat pada waktunya,” ujar Purwate.

Tambah Purwate, untuk upah tukang dimana dengan borongannya sebesar 18 % dari Pagu yang ada, diluar dari upah atap, kap dan dek. Dan untuk bahan sudah kami beli, dengan anggaran kurang lebih sratus jutaan di kota Sampit. (Fathul Ridhoni)

Komentar

Jangan Lewatkan