Mahasiswa Geruduk Kantor Polisi, Desak Copot Kapolres dan Kasat Narkoba Labuhan Batu Diduga Tidak Steril Urus Narkotika

Lintas SUMUT547 kali dibaca

MEDAN, Lintas10.com – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut menggeruduk Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara mendesak Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengevaluasi Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Labuhan Baru atas adanya dugaan ketidakseriusan dalam memberantas narkotika di wilayah kerjanya.

Orator aksi menduga Kasat Narkoba Polres Labuhan Baru AKP Hardiyanto telah menerima aliran uang dari terduga bandar narkotika disana.

Hal ini dikatakan LMND Sumatera Utara dengan adanya peristiwa seorang Ibu Rumah Tangga viral di Media Sosial (Medsos) menggrebek tunggal lokasi barak narkoba menandakan ada yang tidak beres di Polres Labuhan Batu.

” Coba bayangkan, wajah – wajah penyalah gunaan narkoba disana jelas dan viral disorot se- nusantara, namun tak satupun yang ditangkap polisi ada apa? ” tandas Sekretaris LMND Sumut, Rahmat Situmorang, Jumat (07/08/2026).

Dikatakan Rahmat, bahwa nama – nama terduga bandar narkoba juga sudah dibeberkan secara gamblang yakni bernama Uki dan Kiki, namun polisi disana belum juga menangkapnya ada apa ini?

Kalau kita lihat lagu kritikan “Siti Mawarni” itu yang berasal dari Labuhan Batu merupakan cerminan realita disana kata dia.

Sementara itu, Kasat Narkoba Labuhan Batu AKP Hardiyanto mengatakan pihaknya masih tetap sebatas melirik nama Uki dan Kiki yang sudah kadung viral itu.

Menurut AKP Hardiyanto, meskipun wajah terduga penyalahgunaan narkotika viral yang ramai disorot masyarakat luas sedang menghisap sabu – sabu, satupun dari terduga pelaku belum ada yang ditangkap

” Uki masih dalam Penyelidikan , krna kalau si Uki ditangkap gak ada bb nya dua hari pulang apa gak makin ribut nanti. Da pada ngilang lah, krna kami ke rumah nya gak pulang semenjak kejadian ” tulis AKP Hardiyanto menjawab wartawan.

Baca Juga:  Antonius Tumanggor Desak Dinas Perkim Evaluasi Izin Bangunan Perumahan Singkarak Palace!

Sebelumnya, ketenangan masyarakat Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut) kini semakin terusik, pasca sejumlah nama gembong narkotika masih bebas menjajakan barang terlarangnya tanpa tersentuh oleh hukum. Hal ini pun menimbulkan tanda tanya besar ditengah – tengah masyarakat luas. Hingga saat ini, sejumlah nama yang dituding sebagai dalang dibalik peredaran narkotika itupun telah dikantongi oleh Polres Labuhan Batu.

Ironisnya, tak satupun dari sejumlah nama yang disorot publik tersebut belum berhasil diamankan oleh Kepolisian setempat. Sejauh ini, Polres Labuhan Batu baru berhasil membakar barak narkotika yang kadung viral dan terlanjur disorot masyarakat Se-Nusantara.

“Siti Mawarni” (bukan nama sebenarnya-red) menggambarkan begitu masifnya musuh generasi bangsa itu bertumbuh subur dan luput dari bidikan oleh hukum.

Betapa tidak, peredaran narkoba di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara ini memunculkan sejumlah nama yang digadang gadang sebagai otak peredaran narkotika yang terkesan kebal hukum.

Terduga bandar narkoba berinisial SDM alias Brewok, warga Labuhan Haji, Kecamatan Kualuh Hulu tidak seorang diri. Ia bersama tiga orang rekanannya berhasil mengkecoh Polres Labuhan Batu.

Adapun ketiga anggotanya itu berinisial SAN yang merupakan warga Kampung Banjar dan IRK Dusun Kampung Limpul, serta
ZUL Dusun Tanjung Sari.

Informasi dihimpun, ketiga kaki tangan terduga bandar tersebut bertugas mengedarkan barang haram tersebut ditengah masyarakat.

Fenomena di Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara ini mengenai maraknya peredaran narkotika memunculkan ragam pertanyaan publik tentang kinerja kepolisian setempat dan fungsi pengawasan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhan Batu dalam menekan peredaran narkotika yang mengancam generasi bangsa.

Tidak adanya kinerja kepolisian yang menunjukkan hasil yang maksimal dilapangan, memicu masyarakat untuk bertindak sendiri melakukan penggrebekan secara mandiri tanpa bantuan Aparat Penegak Hukum (APH).

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajuddin Sagala Angkat Bicara Terkait Dugaan Peredaran Narkotika di Dragon KTV

Baru – baru ini, warga di Lingkungan II, Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berhasil mengabadikan betapa masifnya peredaran narkotika itu di lingkungan masyarakat yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat luas. Tampak dengan jelas sejumlah pria diduga menghisap narko_ba jenis sabu – sabu. Tidak hanya itu, Ibu paruh baya itu juga mengutarakan sosok dibalik peredaran narkoba terduga bandarnya bernama UKI dan Kiki.

Kekhawatiran masyarakat Labuhan Batu kerab diluapkan di media sosial (Medsos). Fenomena itu terjadi dalam kurun waktu dua bulan belakangan ini.

Kritik keras juga dilontarkan oleh seorang wanita paruh baya yang belum diketahui namanya itu menuturkan bahwa puluhan tahun sudah pemukimannya di lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara marak peredaran narkoba layaknya menjual seperti kacang goreng ujarnya.

” Apanya kerja polisi ini tak bisa membasmi kejahatan. Begitulah pemerintahan ini tak bisa memberantas sabu dan judi online tak bisa mengendalikan, apa tugas polisi di Aek Kanopan ini ” pekiknya mengawali aspirasinya itu dilihat Lintas10.com.

Selanjutnya, kekhawatiran warga itu dipertegas lagi dengan adanya seorang pria diduga menghisap narkoba di Dusun Montong, Desa Silumajang, Kabupaten Labuhanbatu. Dalam video yang beredar juga memperlihatkan seorang pemuda dan temannya sedang menyalahgunakan narkoba di area kebun sawit. (Red/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses