Labuhan Batu Darurat Narkoba, Kinerja Polisi Dipertanyakan? DPRD Sumut Desak Lakukan Evaluasi Jajaran Polres dan BNNK

Lintas SUMUT68 kali dibaca

MEDAN, LINTAS10.COM – Berulangkali menjadi sorotan masyarakat luas, mengenai masih maraknya peredaran narkotika di Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara hingga memunculkan ragam pertanyaan publik tentang kinerja kepolisian setempat dan fungsi pengawasan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhan Batu dalam menekan peredaran narkotika yang mengancam generasi bangsa.

Tidak adanya kinerja kepolisian yang menunjukkan hasil yang maksimal dilapangan, memicu masyarakat untuk bertindak sendiri melakukan penggrebekan secara mandiri tanpa bantuan Aparat Penegak Hukum (APH).

Tepatnya di Lingkungan II, Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) baru – baru ini berhasil mengabadikan betapa masifnya peredaran narkotika itu di lingkungan masyarakat yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat disana. Tampak dengan jelas sejumlah pria diduga menghisap narkoba jenis sabu – sabu. Tidak hanya itu, Ibu paruh baya itu juga mengutarakan sosok dibalik peredaran narkoba terduga bandarnya bernama UKI dan Kiki.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Sumut Henry Dumanter Tampubolon mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh kinerja kepolisian serta BNNK Labuhan Batu.

” Saya minta kepada Kapolda dan Kepala BNN Sumut untuk kedepannya agar evaluasi kinerja kapolres dan kepala BNNK disana. Karena sangat erat kaitannya dengan kemampuan petugas menurunkan peredaran narkoba disana ” tandas legislator asal Partai PDI Perjuangan itu, Kamis (02/07/2026).

Hendry Dumanter Tampubolon juga mengapresiasi masyarakat yang berani mengungkap barak narkoba di kampungnya tersebut. Dalam kesempatan itu, Hendry juga menghimbau agar masyarakat melakukan hal yang sama jika mengetahui adanya hal yang sama dipemukiman masyarakat.

Hendry juga menyinggung kritik masyarakat lewat lagu yang viral beberapa waktu yang lalu, sudah semestinya dilakukan introspeksi kinerja petugas disana kata dia.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Medan Dinilai Tak Bernyali Menertibkan Lokasi Esek - esek Terselubung di Kelurahan Tanjung Sari Medan

Kekhawatiran masyarakat Labuhan Batu kerab diluapkan di media sosial (Medsos). Fenomena itu terjadi dalam kurun waktu dua bulan belakangan ini.

Kritik keras juga dilontarkan oleh seorang wanita paruh baya yang belum diketahui namanya itu menuturkan bahwa puluhan tahun sudah pemukimannya di lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara marak peredaran narkoba layaknya menjual seperti kacang goreng ujarnya.

” Apanya kerja polisi ini tak bisa membasmi kejahatan. Begitulah pemerintahan ini tak bisa memberantas sabu dan judi online tak bisa mengendalikan, apa tugas polisi di Aek Kanopan ini ” pekiknya mengawali aspirasinya itu dilihat Lintas10.com, Rabu (01/07)

Selanjutnya, kekhawatiran warga itu dipertegas lagi dengan adanya seorang pria diduga menghisap narkoba di Dusun Montong, Desa Silumajang, Kabupaten Labuhanbatu. Dalam video yang beredar juga memperlihatkan seorang pemuda dan temannya sedang menyalahgunakan narkoba di area kebun sawit.

Dari sederet fenomena yang terjadi di Labuhan Batu ini, Kapolres Labuhan Batu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasat Narkoba AKP Hardiyanto menepis video yang viral. Kepada wartawan, AKP Hardiyanto berujar bahwa ibu yang viral tersebut sakit hati anaknya ditangkap Polisi. Lantas ibu dalam video melakukan penggrebekan ke lokasi barak narkoba ujar Hardiyanto.

“Anak ibu itu ditangkap, minta dibebaskan, direhab, padahal anaknya residivis ditangkap ada barang bukti, ya nggak bisa” kata dia.

Udah pernah juga anaknya dilapor di Polsek, dilapor anaknya mengedar narkoba katanya.

Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP Hardiyanto juga mengatakan bahwa persoalan tersebut murni dikarenakan persaingan bisnis narkoba ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hardiyanto mengatakan sejauh ini meski sudah disorot masyarakat se-nusantara bahwa satu pun dari video viral yang menunjukkan sejumlah pengguna narkotika yang wajahnya secara jelas terlihat belum ada diamankan.

Baca Juga:  Ombudsman RI Perwakilan Sumut Dalami Dugaan Maladministrasi Pembebasan Lahan Warga yang Tak Kunjung Diganti Rugi Pemkab Taput

” Belum ada diamankan, karena terus viral, jadi lari semua. Tunggulah pulang kerumah masing – masing dulu, nanti tinggal jemput satu – satu ” kata dia.

Kasat Narkoba AKP Hardiyanto mengatakan belum cukup bukti bagi pihaknya untuk menangkap terduga bandar UKI yang viral kemarin dan menjadi sorotan publik.

” Kita sharinglah dulu kalau kami tangkap si UKI dasarnya apa? ” ujar AKP Hardiyanto.

Disinggung, bahwa ada sejumlah pengguna narkotika yang wajahnya terlihat jelas dan nama bandarnya juga turut dibeberkan apakah belum cukup untuk dilakukan atau dimulainya penyelidikan?

” Insya Alloh, nanti selepas 1 Juli, kita akan kembali mengejar semuanya. Akan kita tangkap. Doakanlah ya ” tutupnya. (Red/TIM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses