KUALA KAPUAS, lintas10.com– Bunda Literasi Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Kapuas Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong para finalis Duta Baca untuk menjadi pelajar inspiratif sekaligus penggerak budaya literasi di Kabupaten Kapuas, bertempat di Huma Betang Bukit Ngalangkang, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas Silvya Veronita Usis I. Sangkai, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hertitati Dodo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P-3APPKB) Kabupaten Kapuas dr. Tri Setyautami, serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas Drs. Aswan.
Dalam sambutannya, Hj. Siti Saniah Wiyatno menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para finalis Duta Baca tingkat SMA/SMK/MA Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang telah melalui berbagai tahapan hingga berhasil terpilih sebagai finalis.
“Selamat kepada anak-anakku sekalian karena dengan bersusah payah mendaftar dan berproses hingga kini telah terpilih dan menjadi finalis Duta Baca tingkat SMA/SMK/MA Kabupaten Kapuas Tahun 2026,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan Duta Baca memiliki peran penting dalam mendorong para pelajar untuk semakin giat belajar, meningkatkan minat baca, serta memiliki semangat dalam meraih prestasi dan cita-cita.
Dirinya juga mengatakan, sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Pengembangan Perpustakaan sebagai Pusat Literasi dalam Era Digital Menuju Kapuas Bersinar”, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Hj. Siti Saniah berharap para finalis Duta Baca nantinya dapat menjadi kepanjangan tangan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas dalam menggaungkan gerakan literasi di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong Duta Baca untuk memotivasi teman-teman sebaya dalam memberdayakan perpustakaan, baik di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas maupun di lingkungan masyarakat.
“Duta Baca pelajar diharapkan juga mampu mempromosikan layanan perpustakaan digital yang dapat diakses secara online dari mana saja melalui berbagai platform media sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bunda Literasi Kapuas berpesan agar seluruh finalis dapat menjadi figur pelajar yang mampu memberikan contoh positif dan berkontribusi dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Kapuas.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan dan pengetahuan. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, berbagi pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Harapan saya kepada para finalis Duta Baca agar menjadi figur pelajar dalam membangun budaya literasi menuju Kapuas Bersinar,” pungkasnya.
Kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Kapuas Tahun 2026 tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan peran generasi muda sebagai agen literasi di tengah perkembangan era digital. (hmskmf)


















