Orang Tua Dua Santri Nurul Yaqin Yang Meninggal Terbakar Jumpai Ketua Timbalan LAM Siak

Hukrim, Siak10,774 kali dibaca

Siak, lintas10.com- Orang tua Santri yang meninggal terbakar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak mendatangi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak, Sabtu 16 Maret 2024.

Kedatangan mereka menemui Ketua Timbalan Datuk Irvan Gunawan ST untuk menyampaikan proses kasus yang saat ini sedang di tangani pihak kepolisian.

“Kami ingin menyampaikan kepada Datuk kasus anak saya yang alami 100 persen terbakar,” ujar orang tua Ardi.

Diceritakan warga Kampung Sialang Sakti Kecamatan Dayun ini dihari kejadian Ustad menghubunginya mengatakan bahwa putranya alami kebakaran, namun untuk memastikan nya di suruh datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian.

“Sesampainya diruang ICU saya pun kaget melihat kondisinya hangus terbakar,” katanya.

Setelah itu kata Bambang, ia sempat bertanya mengapa tidak lari ketika ada api.

“Anak saya menjawab sudah tidak bisa melarikan diri karena sudah badannya panas, dan merasa ada yang menyiram,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Dikatakannya, dalam ruangan itu ada 4 orang aneh nya yang terbakar Ardi dan Firman saja.

“1 orang temannya terbakar sekitar 50 persen, sedangkan yang 1 lagi selamat,” katanya.

Di kesempatan tersebut Orang Tua Firman (18) warga Kampung Buatan 1 Kecamatan Kotogasib juga menceritakan sebelum kabar naas didapat. sehari Pemilu 2024 putranya pulang kerumah dan sempat bercerita kalau ada salah satu Ustad yang sering memarahinya karena takut pergi ke hutan menjelang magrib baru masuk asrama.

“Adapun persoalannya anak saya tak mau dipotong rambutnya karena masih pendek, ustad itu marah mengancam akan mengeluarkan dari pondok,” ujar Ibu Erna.

Saat kejadian pihak Pondok menghubungi keluarga menyampaikan telah terjadi kebakaran dan putranya sudah dibawa kerumah sakit.

Baca Juga:  Inspiratif, Polsek Sabak Auh Berikan Bantuan Pada Warga Terkena Dampak COVID-19

“Saya pikir hanya kebakaran  biasa, tapi sesampainya di Rumah Sakit alangkah hancurnya Perasaan melihat kondisi tubuh terbakar 100 persen,” kata Erna sambil menangis.

Putranya lalu di rujuk ke Pekanbaru namun Tuhan berkehendak lain di tengah Perjalanan menghembuskan napas terakhirnya.

“Saat dalam perjalanan anak saya minta di azankan sebanyak dua kali, setelah itu memohon maaf pada saya dan ayahnya, setelah itu sudah tak bernapas lagi,” cerita Erna mengenang putranya.

Sejak kejadian sampai kini sudah sebulan apa motif penyebab kematian nya belum di sampaikan pihak polisi.

“Kita disuruh bersabar dan sedang dilakukan penyelidikan,” kata Erna.

Sebelumnya kata Erna mereka juga sudah ke Polres Siak bersama 2 orang anggota DPRD Siak yakni Sudarman dan Robi Cahyadi SH.

“Cuma kami tidak jumpa dengan pak Kapolres, yang jumpa itu Bapak anggota DPRD, pak Dewan menyampaikan ke kami untuk bersabar karena indikasi pelaku sudah dikantongi polisi,” sebut Erna.

Hari senin tanggal 18 Maret 2024 ini lanjut Erna sudah genap sebulan kejadian yang menimpa putra semata wayangnya.

“Saya berharap segera dapat kabar baik, pelaku segera di tangkap, sudah 1 bulan dan pihak kepolisian bisa mengungkap nya, dugaan kami di siram minyak lalu dibakar,” ujarnya.

Dalam tanggapannya Datuk Irvan Gunawan ST mengucapkan Terima kasih kepada orang tua korban dan keluarga yang telah menyempatkan datang ke Kantor LAM.

“Tentunya kami cukup prihatin turut berbela sungkawa, semoga putra nya husnul khotimah,” kata Irvan.

Lanjutnta meminta semua pihak terkait bersama melakukan evaluasi kepada pendidikan di Pondok Pesantren maupun dunia Pendidikan di Kabupaten Siak.

“Kami sudah banyak menerima laporan dari masyarakat adanya kejadian yang melibatkan anak-anak santri di Pondok Pesantren melakukan  hal yang tidak baik, mulai pembulian sampai dengan tindakan Pemukulan yang dilakukan  seniornya,” kata Datuk Irvan.

Baca Juga:  Kapolres Sediakan 2 Armada Bus, Gratis Untuk 60 Orang Pemudik Arus Balik Dari Kuansing

Supaya tidak terjadi lagi hal yang sama diharapkan pengawasan mulai dari pengurus Pondok Pesantren maupun pihak terkait.

“Harapan kita kejadian yang seperti ini tidak terjadi, apalagi sampai merenggut nyawa,” imbuhnya. (Sht)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses