oleh

Dituduh Serobot Tanah seluas 14 Centi Meter warga Maridan Barat ini dilaporkan ke Polres Siak

-Siak-214 views

SIAK, lintas10.com- Malang benar nasib yang dialami Yati warga jalan Pemda Maredan desa Maredan barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau perihal sengketa tanah hanya perkara luas 14 centi meter itu, ia ‘dituduh’ menggarap tanah tetangganya berinisial Br manurung membuatnya mendekam dibalik jeruji.

Yati mengisahkan bahwa ada kelebihan bangunan 14 centi meter, dan bangunan rumahnya tepat mengenai tanah tetangga akibat perkara ini juga ia sebelumnya mendekam dibalik jeruji serta terpisah dari anak-anaknya yang masih belia itu pada bulan november tahun 2019 lalu.

Yati seorang janda yang ditinggal mati suaminya lima belas tahun yang lalu dan mempunyai anak masih kecil-kecil yang belum bisa mencari nafkah sendiri, menjelaskan bahwa tidak ada unsur sengaja, itu terjadi karena pada tahun 2011 bahwa Yatilah pertama sekali membangun Rumah di tempat tersebut, ia hanya mengikuti patok yang dibuatkan pemilik tanah yang ia bangun.

Atas persoalan itu sipemilik tanah yang belakangan diketahui bermarga br manurung ini protes tanahnya 14 centi meter itu kepada Johan Kadir, sebagai pemilik tanah pertama.

Atas dari perselisihan itu Johan Kadir pun menggantikan tanahnya yang 14 cm tersebut, disaksikan RT setempat, sebagaimana tuntutan br manurung tersebut ungkap Yati, Sabtu (01/08/2020).

Akan tetapi br manurung tetap bersikeras meminta tanah yang 14 centi meter itu untuk diganti, meskipun sudah digantikan oleh pemilik tanah pihak pertama persis disisi tanahnya mengarah ke barat diberikan seluas yang dituntut 14 centi meter.

Atas insiden ini cekcok pun kembali terjadi dan terjadi saling pukul, dibuilah Yati dengan hukuman 1,4 tahun penjara, setelah sekian lama mendekam dijeruji besi yati menghirup udara bebas pada bulan April awal 2020.

Baca Juga:  Ini Himbauan Kapolres Siak AKBP Restika Pardamean Nainggolan Kepada Masyarakat

Titik permasalahan kembali muncul, ketika diketahui Br Manurung kembali melaporkan perkara tanah 14 centi meter itu ke Polres siak, dan dengan sigap jajaran Polres siak memanggil kembali Yati untuk diproses kembali.

Mendengar keluhan warga itu yang sudah trauma akibat dipenjara itu mengeluhkan kepada Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), ketua LAMI Siak Tara pun angkat bicara dan menganggap Polres Siak terlalu berlebihan, menanggapi perkara hukum yang telah selesai.

“perkaranya sudah selesai, sudah diganti tanah 14 centi meter itu, Si Yati sudah Dipenjara pada tahun 2019, Melihat keadaan Yati yang seorang janda dan mempunyai tanggungan anak yang masih kecil-kecil gini kan namanya menakut-nakuti masyarakat,” ungkapnya kepada lintas10.com Senin (3/8/2020).

Ditempat terpisah Kapolres Siak AKBP Dody Ferdinan Sanjaya ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak Aritonang melalui pesan Whatup belum ada penjelasan. (sht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan