KOTAWARINGIN BARAT, lintas10.com – Penggurus makam Kiai Gede Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) memperpanjang penutupan kunjungan tamu atau peziarah ke makam Kiai Gede dengan batas waktu yang tidak di tentukan.
Perpanjang ini diungkapkan Ketua Pengurus Makam Kiai Gede, Guprani, Kamis (3/4/2020).
Dikatannya setelah melakukan konsultasi dengan Camat Kolam dan Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Kolam bahwa penutupan sementara selama dua pekan yang akan berakhir pada hari Minggu (5/4) yang akan datang di perpanjang.
“Setelah memperhatikan perkembangan penyebaran virus Korona di Kalimantan Tengah dan terus ditingkatkannya upaya pencegahan oleh Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat, maka kami pengurus makam Kiai Gede akan memperpanjang penutupan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Guprani.
Sangat tidak elok dan sejalan dengan kebijakan pemerintah jika komplek makam Kiai Gede di buka dan akan banyak tamu atau peziarah yang akan datang lanjutnya.
“Dengan adanya kebijakan ini (perpanjangan penutupan) kami menyampaikan permohonan maaf yg sebesar-besarnya,” imbuh Guprani.
Camat Kolam, Nahwani membenarkan bahwa pengurus makam Kiai Gede berkoordinasi terkait perpanjang penutupan komplek makam yang berada di jalan Danau RT.01 Kelurahan Kotawaringin Hulu Kecamatan Kotawaringin Lama ini.
“Kami sangat mendukung kebijakan yang di ambil pengurus makam Kiai Gede,” ujar Nahwani.
Terpisah ketua gugus tugas pencegahan virus corona Kecamatan Kolam yang juga kepala Puskesmas Kolam, Gusti Sadikin juga membenarkan telah berkomunikasi dengan pengurus makam Kiai Gede membahas perpanjang penutupan.
Menurut Gusti Sadikin, disaat situasi seperti sekarang ini, langkah penutupan adalah tindakan yang sangat tepat di dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
“Jika komplek makam ini dibuka maka akan banyak peziarah, berdasarkan data yang kami dapat dalam sebulan rata-rata lima ribu orang pengunjung, ini sangat berpotensi adanya penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Sedikin juga mengungkapkan saat ini orang dalam pengawasan atau ODP meningkat tajam yang semula hanya satu orang sekarang tercatat 11 orang.
“Kami sangat menyayangkan yang berstatus ODP ini tidak pro aktif mengkrantina diri secara mendirikan, mereka dengan santai berintraksi dengan warga lainnya,” sesal Sadikin.
Kemudian Sadikin sangat mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mentaati anjuran pemerintah seperti cuci tangan setiap beraktivitas, atur jarak, gunakan pelindung diri seperti masker, hindari tempat ramai atau tetap di rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.
“Mari kita bentengi wilayah kita ini dari penyebaran virus Korona, dengan melakukan tindakan seperti yang dianjurkan pemerintah,” tandasnya. (gst/Wan/Andar)



















