Pemkab Bengkalis Akan Inventaris Lahan Antisipasi Karhutla

lintas10.com (BENGKALIS)- Dalam mengantisipasi akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan Pemerintah Kabupaten Bengkalis segera  melakukan pendataan sehingga tidak bersinggungan dengan masyarakat.
Hal itu di sampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, saat menghadiri Rapar Koordinasi Restorasi Gambut, di Auditorium Gedung Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Penjelasan Bupati yang baru beberapa bulan di lantik itu program restorasi lahan gambut tidak serta merta menghentikan musibah kebakaran lahan dan hutan. Namun setidaknya, melalui program ini, ada upaya untuk mengembalikan lingkungan di kawasan lahan gambut dan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama saat musim hujan.

Inventaris lahan gambut yang ada sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar Kabupaten Bengkalis memilik lahan gambut yang sudah ditempati dan menjadi areal perkebunan rakyat.

“Kita tidak mau nanti, dalam penerapan program ini berbenturan dengan masyarakat,” kata Bupati

Rapat Koordinasi restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dilaksanakan auditorium, gedung Manggala Wanabakti, kegiatan itu langsung dibuka  oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Turut dihadiri Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Basuki Hadimulyono, Menteri Pemerintahan Desa dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Selain Bupati Bengkalis Amril Mukminin, turut hadir Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahmad, Bupati Rohil Suayatno, Wakil Bupati Siak. Sedangkan penjabat dari Pemkab Bengkalis yaitu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Herman Mahmud, Kepala Badan Lingkungan Hidup Arman AA dan Kepala Dinas Pekerja Umum Muhammad Nasir.

Menurut Amril, Kabupaten Bengkalis sejauh ini telah upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, diantaranya menyiapkan masyarakat peduli api (MPA), melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan karlahut dan pembuatan sekat kanal di lahan gambut.

Baca Juga:  Sosialisasi Pencegahan Covid - 19, Polres Kobar Tekankan Masyarakat Disiplin Masker

Masalah kebakaran lahan di areal gambut, memang menjadi persoalan bagi daerah, makanya kata suami dari Kasmarni ini, upaya penanggulangannya harus dilakukan secara bersama-sama. Karena dampak yang ditimbulkan sangat besar, meliputi semua aspek kehidupan, sehingga semua pihak harus bahu-membahu menyatu tekad untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan.

Saat ini, sejumlah kawasan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis tengah dilanda karlahut. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Bengkalis mengintruksikan kepada camat, kepala desa, lurah dan stakeholder terkait untuk terus siaga memadamkan karlahut.

“Sebagai pemerintah yang memang memiliki wilayah hutan yang cukup luas, serta adanya hutan cagar alam biosfer yang berada di Kabupaten Bengkalis tentunya harus disikapi agar karhutla tidak terjadi dengan cara pencegahan dini,” katanya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 komentar