Sungai Apit, lintas10.com- Masyarakat pengguna jalan Buton- Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit keluhkan kondisi jalan semakin parah dan babak belur, padahal belum beberapa tahun dinikmati sebelumnya aspal mulus kini berubah.
“Kami belum lama menikmati jalan aspal mulus ini sekarang rusak parah,” ungkap Tony pada media ini Kamis (24/10/2025).
Sumber lain mengatakan yang jadi pertanyaan nya jalan itu tak memiliki kualitas atau kendaraan yang melintas kelebihan muatan?.
“Memang jalan itu setiap hari di lintasi mobil truk besar pengangkut cangkang, kita pun tidak tau apakah jalannya yang kualitas buruk atau kendaraan nya yang melebihi kapasitas,” kata Ari yang mengaku berasal dari warga tempatan.
Kalau memang truk itu melebihi kapasitas lanjut sumber mengapa pihak terkait tutup mata alias diam saja, dan sebaliknya kalau kualitas jalan buruk kenapa juga pihak berwenang diam saja.
“Kalau begini kamilah yang kecewa tidak bisa lama menikmati jalan itu,” Katanya.
Jalan itu merupakan satu satunya akses semua lapisan masyarakat beberapa kampung.
“Tidak ada jalan lain lagi, hanya jalan inilah jadi penghubung antar kampung terutama kampung Rawa Mekar jaya, Sungai Rawa, dan Kampung Penyengat,” sebut sumber.
Akibat jalan rusak parah itu pengendara yang melintas harus hati hati karena terdapat lobang yang menganga sewaktu waktu berpotensi pada kecelakaan lalu lintas.
“Aspal pecah dan lobang menganga kalau tak hati hati bisa berpotensi kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Kerugian lain yang kini dirasakan warga yaitu kendaraan alami kerusakan.
“Warga yang setiap hari melintas sudah banyak mengeluh kendaraan nya kerap rusak,” pungkas sumber.
Pantauan di lapangan terdapat beberapa titik yang alami kerusakan parah dan tampak mobil truk pengangkut cangkang melintas menuju tempat penumpukan di beberapa lokasi di jalan itu, cangkang terlihat juga tercecer ke jalan yang jumlahnya tidak terhutang panjangnya. (Sht)







