PALANGKA RAYA,lintas10.com– Rekam jejak keberhasilan memimpin daerah kini menjadi salah satu variabel paling krusial bagi tokoh daerah yang ingin naik kelas ke kancah politik nasional.
Hal ini terlihat jelas pada H. Sugianto Sabran. Selama dua periode menakhodai Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ia dinilai berhasil menorehkan lompatan besar pada indikator makro ekonomi dan sosial berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Capaian-capaian konkret ini disebut-sebut menjadi “paspor emas” sekaligus modal elektoral yang sangat diperhitungkan jika ia memutuskan maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres).
Pembangunan di Bumi Tambun Bungai menunjukkan tren positif yang stabil.
Berikut adalah data performa indikator strategis Kalteng yang dirilis oleh BPS.
Pemberantasan Kemiskinan yang Agresif,Di bawah kepemimpinannya,Kalteng sukses mencatatkan angka kemiskinan sebesar 5,11%, yang menempatkan provinsi ini ke dalam 5 besar daerah dengan angka kemiskinan terendah secara nasional.
Pengangguran di Bawah Rata-Rata Nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalteng berhasil ditekan hingga ke angka 4,10%. Angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata TPT nasional yang berada di angka 5,32%.
Pemerataan Pendapatan (Gini Ratio),Kalteng berhasil menembus 10 besar nasional untuk kategori ketimpangan pendapatan terbaik, menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, melainkan terdistribusi dengan cukup merata.
Lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),Kualitas hidup masyarakat Kalteng bergerak maju secara konsisten.
IPM Kalteng yang pada tahun awal kepemimpinannya (2016) berada di level 69,13, berhasil didorong hingga menyentuh angka 73,73, memindahkan posisi Kalteng ke kategori pembangunan manusia “Tinggi”.
Lompatan APBD dan Kemandirian Fiskal
Selain dari indikator sosial BPS, fondasi utama keberhasilan Sugianto Sabran terletak pada keberaniannya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
APBD Kalimantan Tengah mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh angka Rp8,79 triliun.
Peningkatan anggaran ini memberikan keleluasaan bagi pemprov untuk mengeksploitasi program-program pro-rakyat, mulai dari infrastruktur pelosok, jaminan kesehatan rakyat, hingga bedah rumah massal bagi warga kurang mampu.
pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan sosial di wilayah seluas Kalimantan Tengah merupakan bukti kapasitas manajerial yang dibutuhkan untuk memimpin di tingkat nasional.
Dengan modal capaian riil berbasis data objektif BPS, Sugianto Sabran tidak hanya maju bermodalkan popularitas digital, melainkan dengan portofolio kerja nyata yang siap diuji di panggung Pilpres.(AD)







