oleh

Putus Mata Rantai Covid-19 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kotapadangsidimpuan diperpanjang

Padangsidimpuan, lintas10.com – Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Sumut) bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 dan perangkat daerah kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tethitung dari tanggal 28 Juni – 11 Juli 2021.

Hal tersebut disampaikan ketua GTPP yang juga menjabat sebagai Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution dalam konfrensi Pers di Aula Kantor Walikota ketika setelah selasai rapat dengan perangkat yang tetkait dalam penangan Covid-19, Jum’at (25/6/2021).

“Keputusan ini diambil setelah kita melakukan evaluasi selama 12 hari berjalan atas Pemberlakuan Pembatasan kegiatan masyarakat sebelumnya,” terang Walikota Padangsidimpuan Irsan Effendi Nasution, didampingi Kapolres AKBP Juliani Prihartini, Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing dan mewakili Kejari Padangsidimpuan.

Masih lanjut Irsan, Selain evaluasi 12 hari PPKM yang telah berlalu, perpanjangan PPKM tersebut juga mempedomani instruksi surat Menteri Dalam Negeri No.14 Tahun 2021 serta memperhatikan laporan seluruh pemangku kepentingan dalam artian perangkat baik dia satuan tugas, jajaran puskesmas, jajaran camat, dan organisasi perangkat daerah yang lain.

“Jumlah kasus yang terjadi dalam 12 hari ini teman – teman media rapat kami tadi sudah memutuskan untuk memeperpanjang 14 hari kedepan,” ujar Irsan.

Irsan juga mengharapkan selama PPKM yang sudah berjalan selama 12 hari, kondisi kasus covid-19 di Kota Padangsidimpuan mengalami trend yang fluktuatif yang dalam artian tidak ada kenaikan yang signifikan dan begitu juga dengan penurunannya.

“Selama 12 hari PPKM diberlakukan angka kasusus covid -19 fluktuatif berkisar diangka 40 sampai dengan 60 kasus, artinya kasusnya masih naik turun, bisa jadi hari ini nampaknya 3 tetapi besok yang selesai isolasi berkurang 4, jadi dia masih fluktuatif belum terlihat trend penurunan atau tidak juga ada kenaikan yang signifikan” Jelas Irsan.

Baca Juga:  Ketua MUI Kotapadangsidimpuan Berharap bisa Shalat Idhul Adha Berjamaah

Sambung Irsan, Sementara itu untuk kondisi penyebaran covid-19 yang menonjol, ada pada kecamatan Padangsidimpuan Utara dan Kecamaatan Padangsidimpuan selatan dan untuk kecamatan yang agak menggembirakan yang masuk dalam zona hijau ada pada kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu.

Memberlakukan PPKM Mikro dengan membatasi jam operasional restoran, rumah makan, cafe, warung kopi, warung minuman tradisional sampai pukul 21:00 WIB. Saat beroperasional, pelaku usaha dan pengunjung wajib menerapkan Protokol Kesehatan.

Untuk kegiatan pariwisata seperti tempat hiburan, karaoke dan live musik, wajib membatasi pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas tempat. Wajib terapkan Protokol Kesehatan dan tutup jam 21:00 WIB.

Sementara itu untuk kegiatan keagamaan di rumah ibadah tetap menerapkan protokol kesehatan dengan kapasitas 50% dari daya tampung rumah ibadah tersebut meskipun secara spesifik tidak diatur dalam surat edaran tetkait PPKM.

Kemudian untuk acara pesta pernikahan Irsan menyebut tidak ada pelarangan, dengan catatan dengan pembatasan dan harus mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat. (Mahmud Nasution)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jangan Lewatkan