Era Kepemimpinan Bobby Nasution, Berhembus “Rumor” Masuk Kerja Tenaga Kebersihan “Dipalak” Sejumlah Uang

Lintas SUMUT31,193 kali dibaca

Dilain sisi dua petugas kebersihan PHL Dedy Rahman dan Vivit Wahyuni diduga dikeluarkan dari statusnya sebagai honorer secara sepihak pada Senin, 2 Januari 2023 kemarin.

Kedua PHL tersebut protes atas pemberhentian tersebut yang menurut mereka tidak tepat. Vivit Wahyuni mengatakan ada kejanggalan tentang pemecatan dirinya sebagai petugas kebersihan. Kejanggalan itu terlihat dalam Surat Peringatan (SP) satu, dua dan tiga.

” Dalam SP satu disebut saya tidak disiplin kerja sementara di protokol saja aku kerja jam tujuh sudah siap, siap protokol masuklah aku ke lorong. SP yang kedua aku nyapu di mataram ada mandor ada kepling, pas pak Walikota lewat itu pun aku nampaknya kerja, foto lagi sama ajudannya, taunya aku disitu kerja. Alasannya di SP itu ada lagi disebut tumpukan sampah, nah aku kan tukang sapu bukan tukang angkat sampah. Sp yang ketiga karena aku absen lewat jam tiga lewat duapuluh menit, lah itu karena kerja badan basah saya demam dan izin pulang.”

PHL lainnya, Dedy Rahman menambahkan bahwa Ia juga secara tiba-tiba pada Minggu (1/1/2023) diberhentikan. Lewat mandor menyampaikan padanya secara lisan, bahwa mulai hari ini sampai seterusnya jangan lagi pernah masuk kerja.

Alasan mandor sebut Dedy, karena ada perintah dari bos-bos (belum diketahui entah siapa bos-bos ini), namun dikatakan sang mandor salah satunya seorang Lurah.

“Pemecatan yang tidak karuan, setiap kerusakan becak untuk mengangkat sampah saya yang perbaiki. Saya sudah pernah mengajukan untuk pengeluaran tapi disuruh tanggung sendiri. Bahkan selama bekerja saya sudah mengeluarkan uang mencapai puluhan juta untuk perbaikan, mana tanggung jawab mereka,” kata Dedy Rahman.

Kedua PHL ini pun menggantungkan nasibnya kepada Wali Kota Medan Boby Nasution dan berharap ditinjau ulang terkait pemecatan kedua PHL tersebut karena dinilai tidak berkeadilan. (Ly).

Baca Juga:  Dialog Interaktif Poldasu Angkat Thema Lindungi Anak Indonesia dari kejahatan seksual

Komentar